Kamori Murib dan Kelpis Wenda Divonis 3 Tahun Penjara

Wamena – Persidangan 05 06 15 2terhadap Kelpis Wenda bersama Kamori Murib berakhir sudah pada tanggal 20 Agustus 2015 di Pengadilan Negeri Wamena

Kamori Murib dan Kelpis Wenda dinyatakan terbukti secara syah dan meyakinkan bersalah karena menguasai senjata tanpa ijin.

“Bahwa terdakwa bukanlah anggota Polri atau TNI, terdakwa telah menguasai senjata tanpa ijin,” demikian bunyi putusan yang dibacakan oleh Ottow P Siagian, SH KeMajelis Hakim yang memimpin sidang mereka.

Mereka didakwa melanggar pasal 1 Ayat(1) UU Darurat No. 12 tahun 1951. Dinyatakan menyimpan senjata api laras pendek bertuliskan Pietro Baretta, 1 (satu) buah magazen senjatapi laras pendek jenis pistol dan 2(dua) butir amunisi caliber 9 mm.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut mereka 4 tahun penjara dan kemudan majelis hakim memutus 3 tahun penjara atau 1 tahun lebih ringan dari tuntutan JPU

Terhadap putusan Majelis Hakim, awalnya kedua terdakwa yang disidangkan dengan berkas terpisah menyatakan “pikir-pikir”, namun usai sidang, mereka menyatakan banding, melalui kuasa Hukum mereka, Latifah Anum Siregar, SH.MH.

“Kami tidak memberikan ke aparat Polri atau TNI karena bapak Gubernur bilang kasih ke Pak Gubernur,” jelas Kelpis Wenda dengan nada kecewa usai mendengar putusan majelis hakim.

Keluarga Kamori dan Kelpis yang menghadiri persidangan pun nampak kecewa dengan putusan dari majelis hakim (Tim/AIDP).