JPU Membuat Dakwaan Berdasarkan BAP

IMG_3887 - CopyWamena – “Ini aneh, Jaksa buat dakwaan berdasarkan BAP dari polisi tapi malah polisi yang bantah,” Ujar Anum Siregar saat melakukan evaluasi di Rumah Bina bersama Pastor John Jonga dan paralegal.

Pernyataan saksi Dadang Aruman anggota Polres Jayawijaya saat persidangan tentu saja mengejutkan. Pasalnya Yosep Siep juga dituduh terlibat pada aksi di kota Wamena, padahal saksi kemudian mengatakan bahwa Laporan Polisi dan Barang Buktinya tidak sama dan pelaku yang sebenarnya sedang dikejar.

Satu persatu anggota tim penasehat hukum termasuk paralegal menyampaikan pandangan mereka terhadap proses pemeriksaan saksi yang terlihat ironis di pengadilan negeri Wamena, saat Yosep Siep dkk diadili.

‘Banyak hal yang beda dengan di BAP, kalau kita baca BAP, dikatakan bom Molotov yang dibuat dari botol kratingdaeng tapi tadi kita lihat dipersidangan yang justru lebih banyak botol sirup dan kecap,” jelas Astrid(21/01/2015).

Memang terdapat beberapa jenis botol yang diduga digunakan untuk membuat bom Molotov oleh Yosep Siep dkk di meja persidangan sebagai Barang Bukti.

“Bayangkan saja kalau botol(botol sirup dan kecap) itu digunakan untuk bom, bawanya saja sudah susah apalagi mau dilempar bagaimana?,” lanjutnya.

Tim kemudian membahas persiapan pemeriksaan saksi yang akan dilanjutkan pada minggu depan, setidaknya masih ada satu orang saksi yang akan dihadirkan JPU yakni kepala kampung Wara, distrik Pisugi.

Sidang hanya dihadiri oleh Jhony Marian, Ibrahim Marian, Marthen Marian dan Jali Walilo sedangkan Yosep Siep masih dalam keadaan sakit dan menunggu pemeriksaan dari dokter syaraf yang hingga kini belum tiba di RS Wamena.(Tim/AlDP).