Jhon Jonga Sarankan Dialog Untuk Menghentikan Kekerasan

Jhon Jonga Sarankan Dialog Untuk Menghentikan Kekerasan

Arso – “Hak-hak dasar harus menjadi program yang sangat mendesak untuk dilakukan dan menjadi tanggungjawab pemerintah,” demikian penjelasan Pastor Jhon Jonga Pr, saat menyampaikan catatan pastoralnya di acara perpisahan dirinya di Dekenat Keerom,Arso.(24/08/2012).

Terkait dengan aksi kekerasan yang terus terjadi, “Kita mau bilang pelakunya OPM tapi kita tidak tahu, mau bilang TNI/Polri kita juga tidak tahu,” katanya. ”Mau bilang OPM, OPM marah.Mau bilang TNI, TNI marah”.

“Kita butuh guru,dokter, tapi yang datang tentara. Bukan soal papua dan pendatang tapi semua orang takut pada karena terjadi penembakan dan pembunuhan”.

Lanjutnya,” Kita mau stop kekerasan dan semua pihak menuju pintu dialog”.

Menurutnya petugas gereja bukan hanya urus gereja tapi urus semua umat manusia, kerukunan hidup dan hak-hak dasar dari setiap orang.

Pesannya semua pihak harus bekerjasama. Tantangan ke depan bagi orang Keerom semakin besar. “Mari kita lanjutkan pekerjaan pastoral dengan teguh, semangat dan konsisten.

Setelah 12 tahun mengabdi di Keerom, pastor Jhon akan melanjutkan tugasnya ke dekenat Jayawijaya, Wamena tepatnya di Hepuba. Jhon Jonga kembali ke Wamena, tempatnya mengabdi pertama kali di Papua saat dari dari Manggarai 26 tahun yang lalu.(Tim/AlDP).