Jembatan Oga di Mindiptana Nyaris Ambruk

Pembangunan jembatan di Boven Digoel

Boven Digoel – Jembatan Oga di Distrik Mindiptana, Kabupaten Boven Digoel, nyaris roboh. Kemiringan jembatan mendekati permukaan air, rawan dilewati pengguna jalan.

“Di Mindiptana ada tiga jembatan, jembatan kali Kao, sudah hancur, tinggal besi dan rangka, jembatan Osso, miring, sedikit lagi tenggelam, dan jembatan Oga, panjangnya 60 meter, rusak parah, harus dibangun segera,” kata Fransiskus Komon, Kepala Distrik Mindiptana, kemarin.

Ia mengatakan, ketiga jembatan itu memiliki fungsi penting sebagai penghubung kampung ke kampung. Dengan kondisi rusak, kampung menjadi terisolir. “Kalau dibiarkan begitu, pertama bisa membahayakan, dan kedua, sudah pasti berimbas pada tidak terjangkaunya kampung terjauh di Mindiptana,” ujarnya.

Jembatan Oga tak bisa dilewati kendaraan roda empat. Landasan bawah jembatan hancur dan besi penyangga miring. “Itu jembatan tua, sebelum Boven dimekarkan, jembatan itu sudah ada, herannya tidak pernah ada perbaikan dari pemerintah setelah rusak,” kata Komon.

Selain jembatan rusak, ada pula jembatan lapuk yang terbuat dari kayu. “Ini yang parah, bahkan ada yang sudah tidak bisa dilewati, itu jembatan jembatan pendek, kendaraan yang lewat harus membangun darurat seadanya dengan kayu-kayu,” katanya.

Dari pantauan langsung ALDP, jembatan rusak tidak hanya ditemukan di Mindiptana, sebagian besar di ruas jalan Merauke – Tanah Merah, juga tak dapat digunakan. Beberapa sementara dipugar dengan kerangka besi. “Jembatan kebanyakan umurnya sudah tua, ada juga yang baru tapi langsung rusak karena hujan dan sering dilewati kendaraan berat, akhirnya dibuat jalan baru dibawah, resikonya rawan bahaya,” kata Rusli, warga Tanah Merah.

Menurutnya, jembatan rusak dimana sering terjadi kecelakaan, harus segera diperbaiki. “Sudah banyak cerita orang mati ditengah jalan, pertama karena kelaparan, jalan yang jauh membuat pengendara harus berminggu minggu di hutan, ditambah lagi jembatan rusak dan tak bisa dilewati, karena tidak membawa persediaan makanan, mereka meninggal,” jelasnya.

Ia menambahkan, kalau sekedar mobil yang tertanam di lumpur atau terbalik, itu hal biasa. “Bahkan ada truk yang baru sebulan bisa tembus Tanah Merah. Bayangkan saja, itu parahnya bagaimana, padahal kalau jalan kering, bisa satu hari saja sampai.”

Rusli berharap secepatnya ada pemimpin baru di Boven Digoel. “Supaya bisa segera mengurus perbaikan infrastruktur jalan, sekarang ini kan semua kontraktor tidak bekerja, karena tidak ada uang, dampaknya, jembatan atau jalan belum akan diperbaiki, pertanyaannya, ini sampai kapan?” ucapnya.

Macetnya roda pemerintahan, serta vakumnya pemimpin di Boven Digoel setelah bupati Yusak Yaluwo dipenjara atas kasus dugaan korupsi APBD dan dana otonomi khusus Boven Digoel tahun 2005-2007sebesar Rp45 miliar lebih pada tahun 2010.

Yusak dijerat Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan hukuman 4,5 tahun penjara. (02/ALDP)

  • Alfonsius kanden

    wah para bro kapan direhap tuuuuu………

  • Jho

    Maaf Kalau Soal jembatan – jembatan yang ada di Distrik Mindiptana Semuanya Bagus dan Tidak ada Kerusakan