Janji Jokowi Akan Memperhatikan Linus Hiluka dkk

Janji Jokowi Akan Memperhatikan Linus Hiluka dkk

IMG20150509101340Jayapura – Linus Hiluka, Kimanus Wenda, Yafrai Murib, Numbungga Telenggen dan Apot Lokobal telah menerima grasi yang diberikan langsung oleh presiden republik Indonesia di Lapas Abepura tanggal 09 Mei 2015.

Linus Hiluka dan Kimanus Wenda yang telah ditahan di Lapas Nabire dan kemudian dipindahkan ke Polres Nabire tiba pada pagi pukul 09.00 di Lapas Abepura bersama kalapas Nabire.

Sedangkan Numbungga Telenggen dan Apot Lokobal telah dititip di Lapas Abepura sehari sebelumnya (08/05/2015) dari Lapas Biak.

Pagi hingga siang hari menjelang pemberian Grasi, para narapidana politik mempersiapkan diri. Mereka bersiap dengan celana panjang hitam dan kemeja putih lengan panjang. Namun sekitar jam 12.00 siang hari, datang utusan presiden membawa paket berisi baju kaos warna putih berkerah. Mereka diminta untuk memakai kaos pemberian presiden tersebut.

Linus dkk sepmat melakukan gladi di ruang kalapas lantai 2 yang dipersiapkan sebagai tempat pemberian grasi. Usai gladi mereka sempat turun sebentar ke ruang KPLP tempat dimana merreka mempersiapkan diri.

Sekitar pukul 14.30 mereka kembali ke lantai dua, tidak langsung masuk ruangan kalapas namun di salah satu ruangan yang telah dipersiapkan sebagai ruang pertemuan. Ada info bahwa presiden Jokowi minta waktu untuk berbicara dengan mereka sebelum Grasi diberikan.

Benar bahwa saat Jokowi datang, Jokowi bertemu Linus dkk di ruang tersebut hanya ada 5 Linus dkk, Jokowi, Ibu Negara Iriana, Menteri Hukum dan HAM dan Wakil Gubernur Provinsi.

Linus dkk menyampaikan bahwa mereka meminta jaminan keamanan setelah mereka dibebaskan juga keamanan buat rakyat Papua. Selain itu mereka meminta agar lebih banyak narapidana politik yang dibebaskan setelah mereka.

Ketika mereka ditanya apa yang akan mereka lakukan setelah dibebaskan maka mereka mengatakan bahwa mereka belum tahu.

“Setelah belasan tahun kami di dalam penjara, keluarga kami tercerai berai, Kami tidak tahu lagi kondisi kebun dan rumah kami,” jelas Linus Hiluka.

Atas pernyataan itu, Presiden Jokowi lantas menyampaikan kepada wakil gubernur Papua untuk menindaklanjuti kebutuhan Linus dkk. Wakil Gubernur menyanggupi hal itu.

Pembicaraan yang berlangsung sekitar 12 menit itu kemudian dilanjutkan dengan pembacaan grasi. Satu persatu narapidana politik keluar ruangan dan menuju ruang kalapas.

Kemudian diikuti presiden Jokowi. Pembacaan dan penyerahan keputusan grasi tidak lebih dari 5 menit dan kemudian dialnjutkan dengan pidato Jokowi.

Jokowi mengatakan Grasi yang diberikan adalah awal dari upayanya untuk membebaskan Tapol/Napol yang berjumlah sekitar 90 orang upaya ini dilakukan sebagai bagian dari menghentikan konflik di Papua.Usai pidatonya, Jokowi sempat meladeni pertanyaan dari wartawan.

Linus dkk kemudian menyelesaikan administrasi di bagian registrasi LP Abepura untuk kemudian keluar dari Lapas Abepura, keluar dari penjara kecil ke penjara besar.(Tim/AlDP)