Jalan Rusak, Kampung Kaliki Terisolir
Ilustrasi HIV-AIDS

Jalan Rusak, Kampung Kaliki Terisolir

Merauke–Kampung Kaliki, Distrik Kurik Kabupaten Merauke terisolir. Jalan rusak menyebabkan akses ke kampung terputus.

“Kalau mau ke kampung, lumpurnya tinggi, hanya traktor yang bisa lewat, kalau motor agak susah,” kata Yanuarius, warga Kaliki saat ditemui di Kurik Enam, kemarin.

Ia mengatakan, jalan berlumpur disebabkan oleh hujan tak henti. Dalam beberapa pekan terakhir, Merauke diguyur hujan siang dan malam. “Orang kampung tidak bisa keluar, mereka juga hanya tinggal dalam kampung. Tapi soal makanan, orang kampung punya persediaan,” ujarnya.

Dari pantauan di lapangan, akses jalan satu-satunya ke Kaliki benar sulit ditembus. Untuk ke kampung berpenduduk asli Marind itu, dapat dicapai dari Kota Merauke sejauh kurang lebih tiga jam. Jika jalan rusak, perjalanan akan makin lama hingga empat jam. “Nanti biasanya kalau sudah kering baru orang kampung bisa ke kota distrik untuk belanja barang, kalau hujan begini, ya tidak bisa kemana-mana,” katanya lagi.

Mantan Kepala Kampung Kaliki, Agustinus Balagaize mengatakan, persoalan akses jalan ke Kaliki sudah disampaikan berulang kali pada pemerintah. “Tapi belum ada tanda-tanda untuk perbaikan, kita warga kampung masih menunggu saja,” ucapnya.

Menurut dia, seharusnya perlu ada perbaikan jalan yang menghubungkan kota dan Kampung lokal. “Dari dulu yang dibangun cuma kampung trans, kampung lokal dibiarkan begitu saja.”

Kampung lokal yang infrastruktur jalannya rusak diantaranya Kaliki di Distrik Kurik, Nasem di Naukenjerai, atau sekitar Serapu di Semangga. Beberapa bagian jalan yang beraspalpun bahkan telah terkelupas.

Bupati Kabupaten Merauke Romanus Mbaraka mengatakan, masalah akses transportasi darat di wilayahnya mendapat perhatian serius. “Ada jalan yang sulit dilalui, ini memang membuat pengguna jalan terganggu. Kita harapkan dalam tahun ini semua jalan yang rusak dapat segera diperbaiki,” ujarnya. (02/AlDP)