Jalan Rusak di Nasem Tak Diurus

Merauke – Jalan menuju kampung Nasem, Distrik Naukenjerai, Kabupaten Merauke, rusak berat. Jalan utama dengan lebar lima meter itu menghubungkan daerah pesisir dan Kota Merauke. “Rusak, dari dulu, tidak tahu kapan baik,” kata David Samkakai, warga Nasem, kemarin.

Menurut dia, kondisi sarana transportasi yang tidak mendukung, memicu terpuruknya ekonomi warga di daerah pedalaman. “Jalan menjadi satu satunya faktor, ekonomi orang Papua akan maju kalau jalan bagus, artinya kita bisa ke kota untuk pasarkan barang, begitu juga kalau mau beli,” katanya.

Otniel, mahasiswa di Merauke mengatakan, pemerintah berkewajiban memperbaiki jalan rusak. “Fakta bahwa ada banyak fasilitas jalan sangat parah, jangan biarkan masyarakat kecewa, kita tahu tiap kali orang pemerintah lewat di jalan yang sama, kenapa mereka seakan-akan tidak pernah peduli,” ucapnya.

Jalan ke Kampung Nasem, Tomer, Tomerau hingga Kondo, tak terawat serius. Bila hujan, lumpur dan berlubang. Disaat panas terik, berdebu. Sebagian jalan diaspal mulus, misalnya dari Kota Merauke hingga Bokem. Selepas itu, rusak dan diwarnai dengan banyak kayu tajam.

Jalan rusak di Merauke dapat juga ditemukan di wilayah Muting, Distrik Elikobel, Distrik Anim Ha, Naukenjerai dan Semangga. Di pedalaman Pulau Kimaam, bahkan belum diaspal. “Karena disana memang berawa-rawa, tapi untuk di Merauke, ini sangat disesalkan, sudah 110 tahun Merauke jadi kabupaten, masih saja ada pemandangan seperti ini, apakah ini karena kesalahan pemerintah, atau ada sebab lain,” kata Otinel.

Ia menyarankan agar pemerintah Merauke benar-benar memperhatikan kebutuhan warga. “Kita bukan minta barang mahal. Kita minta jalan diperbaiki, kesehatan terjamin dan pendidikan yang layak, kalau tidak bisa, kepercayaan akan hilang dan pemerintah seperti itu tidak akan terpilih lagi,” katanya. (02/ALDP)