Jaksa Penuntut Umum(JPU) Kejaksaan Negeri Wamena akhirnya mengajukan banding

Jaksa Penuntut Umum(JPU) Kejaksaan Negeri Wamena akhirnya mengajukan banding

Wamena-Jaksa Penuntut Umum(JPU) Kejaksaan Negeri Wamena akhirnya mengajukan banding atas putusan yang dijatuhkan majelis hakim pengadilan Negeri Wamena terhadap Ibrahim Marian, Jhoni Marian, Marthen Marian dan Jali Walilo terdakwa kasus Wara Pisugi.

Sebelumnya pada tanggal 31 Maret 2015, Majelis hakim yang memeriksa perkara Ibrahim Marian dkk telah menjatuhkan putusan 1(satu) tahun penjara. Putusan itu lebih ringan dari tuntutan JPU yang meminta hakim memutus mereka 5 tahun penjara.

Dalam Memori Bandingnya, JPU menyampaikan 3(tiga) alasan utama mengapa mereka mengajukan banding.
“Bahwa hukuman yang dijatuhkan oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Wamena sangatlah ringan dan tidak sebanding dengan perbuatan dan akibat dari kejahatan yang telah dilakukan oleh terdakwa, bahwa Putusan yang dijatuhkan oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Wamena tidak mencerminkan rasa keadilan dalam masyarakat dan bahwa putusan yang dijatuhkan oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Wamena tidak memberikan efek pencegahan (deterrence) pada mereka yang memiliki potensi untuk melakukan kejahatan(potential offender) yang sama,” demikian disampaikan Teguh Basuki SH,MH selaku ketua tim dari JPU.

Bahwa Terbanding (Terdakwa) tidak sependapat dan menolak keras serta keberatan terhadap Memori Banding Penuntut Umum karena alasan-alasan Memori Banding tersebut didasarkan pada fakta-fakta persidangan dan dasar hukum yang tidak benar. Oleh karena itu memori Banding tersebut haruslah DITOLAK atau setidak-tidaknya tidak dapat diterima

Bahwa apa yang diuraikan dalam Kontra Memori Banding ini merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dengan Nota Pembelaan an. Terdakwa yang dibaccakan tanggal 26 Maret 2015.

Secara mutatis mutandis, tetap berlaku dalam Kontra Memori Banding ini dan juga sebagai dasar untuk menanggapi Memori Banding yang dibuat dan diajukan oleh Penuntut Umum.

Bahwa sebelum membahas Memori Banding yang diajukan oleh Penuntut Umum, Terbanding (Terdakwa) perlu menegaskan hal-hal sebagai berikut:

1.Bahwa menurut fakta-fakta persidangan, Dakwaan Penuntut Umum tidak terbukti secara sah dan menyakinkan terdakwa melakukan tindak pidana membuat alat-alat yang dimaksud untuk menyebabkan peledakan sebagaimana dakwaan kedua(pasal 187 bis Ayat(1) KUHP). Fakta tersebut sesuai dengan keterangan saksi-saksi antara lain :

a.Saksi Jhoni Marian,menerangkan bahwa kegiatan di rumah YOSEP SIEP tanggal 11 10 Juli 2014 kemudian dilanjutkan dengan bermalam hingga tanggal 11 Juli 2014 pagi hari adalah ibadah untuk mendoakan ANAS WALILO

b.Terdakwa tidak mengenal EDI DOGA, HERY KOSAY atau SIMEO DABI yang diduga datang ke rumah YOSEP SIEP

c.Barang Bukti yang diajukan ke persidangan, berbeda dengan jenis dan jumlah Barang Bukti yang tercantum dalam Surat Dakwaan. Barang Bukti dalam surat Dakwaan tercatat ada 7(Tujuh) botol jenis krating daeng dan M150 sedangkan yang dihdairkan Penuntut Umum di persidangan memiliki jumlah yang lebih banyak dan jenis yang berbeda yakni selain botol sejenis Krating Daeng dan M150 terdapat botol sejenis sirup ABC berwarna putih dan botol sejenis sirup berwana coklat.

d.Bahwa Penuntut Umum keliru menyampaikan Memori Banding karena di dalam Memori Banding disebutkan “Kepada Ketua Pengadilan Tinggi Jayapura” yang sebenarnya adalah “Ketua Pengadilan Tinggi Propinsi Papua”

TANGGAPAN ATAS MEMORI BANDING PENUNTUT UMUM

Dalam Memori Banding nya, PENUNTUT UMUM pada KEJAKSAAN NEGERI WAMENA menyampaikan keberatan terhadap Putusan PN Wamena No: 81/Pid.B/2014/PN.WMN, terkait 3(tiga) hal yaitu Bahwa hukuman yang dijatuhkan oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Wamena sangatlah ringan dan tidak sebanding dengan perbuatan dan akibat dari kejahatan yang telah dilakukan oleh terdakwa, bahwa Putusan yang dijatuhkan oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Wamena tidak mencerminkan rasa keadilan dalam masyarakat dan bahwa putusan yang dijatuhkan oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Wamena tidak memberikan efek pencegahan (deterrence) pada mereka yang memiliki potensi untuk melakukan kejahatan(potential offender) yang sama.

Bahwa Terbanding (terdakwa) menolak seluruh Memori Banding Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Wamena. Dalam Kontra Memori Banding ini, kami akan memaparkan tanggapan kami terhadap masing-masing point tersebut.

I.TENTAN PUTUSAN YANG DIJATUHKAN MAJELIS HAKIM SANGATLAH RINGAN DAN TIDAK SEBANDING DENGAN PERBUATAN DAN AKIBAT DARI KEJAHATAN YANG TELAH DILAKUKAN OLEH TERDAKWA

Dalam Memori Banding nya, PENUNTUT UMUM menolak Putusan majelis hakim yang memutus terdakwa 1(satu) tahun dengan alasan putusan tersebut sangatlah ringan dan tidak proporsional dengan kesalahan terdakwa, akibat yang ditikmbulkan atau akan ditimbulkan dari perbuatan terdakwa bersama-sama dengan kelompok terdakwa dengan pertimbangan-pertimbangan dari fakta-fakta persidangans ebagai berikut :

A. Bahwa tujuan terdakwa bersama dengan kelompok terdakwa membuat bom Molotov adalah dipergunakan untuk mengacaukan atau menggagalkan pelaksanaan Pemilihan presiden dan wakil presiden tanggal 09 Juli 2014 dengan cara melemparkan bom Molotov ke arah rumah-rumah penduduk di kota Wamena

Terhadap dalil tersebut, kami berkepentingan untuk memberikan tanggapan sebagai berikut :

Bahwa berdasarkan fakta persidangan baik keterangan saksi-saksi, keterangan terdakwa dan barang bukti tidak dijumpai fakta bahwa terdakwa membuat bom apalagi membuat bom dengan tujuan mengacaukan atau menggalakan pelaksanaan Pemilihan presiden dan wakil presiden tanggal 09 Juli 2014 dengan cara melemparkan bom Molotov ke arah rumah-rumah penduduk di kota Wamena. Bahwa terdakwa datang ke rumah Yosep Siep tanggal 10 Juli 2014 malam hari adalah untuk berdoa atas ajakan dari Anas Walilo. Terdakwa sebelumnya tidak pernah ke rumah Yosep Siep. Terdakwa tidak pernah mengikuti kegiatan yang bertujuan untuk menggagalkan pelaksanaan presiden dan wakil presiden

B. Bahwa pada tanggal 08 Juli 2014 sekira jam 00.15 wit telah terjadi pembakaran mobil Suzuki Carry No.Pol DS-7108-BA warna putih milik sdr.BANGUN SIREGAR di Jl. Muai Jayawijaya dan pada tanggal 08 Juli 2014 sekira jam 20.00 wit terjadi pelemparan bom Molotov di Jl.Irian Atas Wamena terhadap kios milik sdri.RIDA, di atap rumah kios milik sdr. DANIEL PASAKANG, di rumah sdr.ARI dan pelemparan bom Molotov di rumah sdr. SUGIONO HAGIE yang dilakukan oleh orang tak dikenal,yang mana bom Molotov yang digunakan oleh orang yang tak dikenal tersebut memiliki kesamaan bentuk dan fungsi dengan om Molotov yang dibuat atau ditemukan di tempat terdakwa membuat bom molotov

Bahwa berdasarkan fakta persidangan baik keterangan saksi-saksi, keterangan terdakwa dan barang bukti tidak ada dijumpai fakta bahwa terdakwa yang melakukan pelemparan dan pembakaran terhadap rumah, kios dan mobil di kota Wamena dengan menggunakan bom Molotov. Fakta ini diperkuat dengan :

– Keterangan saksi SUGIONO HAGIE, saksi menerangkan bahwa saksi tidak mengetahui dan mengenal siapa yang melakukan pembakaran kios miliknya; pada saat saksi diperiksa di penyidik , saksi tidak pernah diberitahu bahwa penyidik telah memeriksa terdakwa, saksi juga tidak pernah ditunjukan foto atau dipertemukan dengan terdakwa pada saat pemeriksaan

– Keterangan saksi DADANG ARUMAN, S.Sos, saksi adalah penyidik yang memeriksa terdakwa di kepolisian Jayawijaya.Saksi menerangkan bahwa terdakwa BUKANLAH pelaku dari serangkai aksi pembakaran dengan menggunakan bom Molotov di kota Wamena karena pelaku yang sebenarnya MASIH DALAM PENGEJARAN. Saksi juga menerangkan bahwa BARANG BUKTI yang ditunjukan di persidangan BUKANLAH BARANG BUKTI dari peristiwa pembakaran di Kota Wamena sebab LAPORAN POLISI antara peristiwa di kota Wamena dan Penangkapan terdakwa di kampung Wara Pisugi adalah BERBEDA alias TIDAK SAMA.

– Keterangan saksi BANGUN SIREGAR,saksi menerangkan bahwa saksi tidak mengetahui dan tidak mengenal yang melakukan pembakaran terhadap mobil miliknya.Saat pemeriksaan di Polres Jayawijaya saksi tidak pernah diberitahukan oleh penyidik bahwa penyidik telah memeriksa terdakwa, saksi juga tidak pernah ditunjukan doto atau dipertemukan dengan terdakwa saat pemeriksaan;

– Adapun sdr. RIDA, sdr.DANIEL PASAKANG dan Sdr.ARI yang disebut sebagai korban aksi pembakaran di kota Wamena tidak pernah dihadirkan oleh Penuntut Umum dipersidangan.

II. TENTANG PUTUSAN YANG TIDAK MENCERMINKAN RASA KEADILAN DI MASYARAKAT

Bahwa TERBANDING dengan tegas menolak Memori Banding Penuntut Umum yang menyatakan bahwa terdakwa telah melakukan kejahatan yang bertujuan untuk merusak tatanan pemerintahan dan proses demokrasi sehingga kejahatan yang ditujukan kepada negara haruslah dipidana dengan pidana yang dirasakan adil oleh masyarakat yakni pidana setimpal sesuai kesalahan terdakwa(hal.4).

Bahwa berdasarkan fakta persidangan dari keterangan saksi-saksi, keterangan terdakwa dan Barang Bukti, Tidak ada satupun yang menerangkan bahwa terdakwa telah melakukan kejahatan membuat Bom untuk merusak tatanan pemerintah dan proses demokrasi. Hal ini dapat dilihat dari :

– Keterangan saksi saksi yang terdiri dari saksi JHONI MARIAN, Saksi MARTHEN MARIAN, saksi JALI WALILO masing-masing terdakwa pada berkas perkara tepisah, menerangkan bahwa terdakwa dan saksi-saksi berkumpul di rumah YOSEP SIEP untuk melakukan ibadah doa untuk keselamatan ANAS WALILO;

– Bahwa terdakwa tidak membuat bom Molotov di rumah YOSEP SIEP
Keterangan saksi DADANG ARUMAN, S.Sos yang menerangkan bahwa aksi pembakaran mobil, rumah dan kios di kota Wamena BUKAN Terdakwa pelakunya karena pelakunya MASIH DALAM PENGEJARAN. Saksi juga menerangkan bahwa BARANG BUKTI yang ditunjukan di persidangan BUKANLAH BARANG BUKTI dari peristiwa pembakaran di Kota Wamena sebab LAPORAN POLISI antara peristiwa di kota Wamena dan Penangkapan terdakwa di kampung Wara Pisugi adalah BERBEDA alias TIDAK SAMA.

– Bahwa BARANG BUKTI yang dihadirkan oleh Penuntut Umum, patutlah diragukan karena tidak bersesuai dengan BARANG BUKTI yang ada di daftar BARANG BUKTI di Surat Dakwaan baik dari jenis botol ataupun Jumlah Botol. Bahwa Jumlah botol yang terdapat di daftar BARANG BUKTI di SUrat Dakwaa sebanyak 7(tujuh) botol yang terdiri dari botol jenis Krating Daeng dan M 150 akan tetapi botol yang dihadirkan oleh Penuntut Umum di persidangan memiliki jumlah yang jauh lebih banyak dengan jenis : Botol Karting Daeng, Botol M 150, botol sejenis sirup ABC dan Botol kecap;

Bahwa adalah menjadi tugas dari pihak Kepolisian untuk menangkap dan membuktikan PELAKU lain yang diduga terlibat dalam sejumlah aksi pembakaran mobil,rumah dan kios di kota Wamena menjelang pemilihan presiden dan wakil presiden.

III. TENTANG PUTUSAN TIDAK MEMBERIKAN EFEK PENCEGAHAN PADA MEREKA YANG MEMILIKI POTENSI UNTUK MELAKUKAN KEJAHATAN(POTENSI UNTUK MELAKUKAN KEJAHATAN (POTENTIAL OFFENDER) YANG SAMA

Bahwa PEMBANDING dengan tegas MENOLAK Argumentasi dari PENUNTUT UMUM yang menerangkan sebagai berikut :

“……Oleh karenanya pidana yang dijatuhkan terhadap tindak pidana yang dilakukan oleh terdakwa yakni membuat bom molotov yang diperuntukan untuk mengacaukan atau menggagalkan pelaksanaan pemilihan presiden dan wakil presiden tanggal 09 Juli 2014 dengan cara melempar bom molotov ke arah rumah-rumah penduduk di kota Wamena,memiliki kepastia(certainty) bahwa pidana yang dijatuhkan adalah pidana yang berat(severity). Pidana yang dijatuhkan oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Wamena dengan pidana 1(satu) tahun terhadap terdakwa yang telah membuat bom Molotov yang diperuntukan untuk mengacaukan atau menggagalkan pelaksanaan pemilihan presiden dan wakil presiden tanggal 09 JUli 2014 yang mana perbuatan yang dilakukan terdakwa tersebut ditujukan terhadap negara tidak memberikan efek pencegahan(deltterrence effect) bagi mereka yang memiliki potensi untuk melakukan kejahatan yang sama(potential offender(hal 4-5)

Bahwa berdasarkan fakta persidangan yakni keterangan saksi-saksi,keterangan terdakwa dan Barang Bukti tidak ditemukan fakta bahwa terdakwa telah membuat bom Molotov dan melakukan aksi pembakaran di kota Wamena untuk menggagalkan pemilikan presiden dan wakil presiden. Hal ini dapat dilihat dari :

– Keterangan saksi saksi yang terdiri dari saksi JHONI MARIAN, Saksi MARTHEN MARIAN, saksi JALI WALILO masing-masing terdakwa pada berkas perkara tepisah, menerangkan bahwa terdakwa dan saksi-saksi berkumpul di rumah YOSEP SIEP untuk melakukan ibadah doa untuk keselamatan ANAS WALILO;
– Bahwa terdakwa tidak membuat bom Molotov di rumah YOSEP SIEP

Keterangan saksi DADANG ARUMAN, S.Sos yang menerangkan bahwa aksi pembakaran mobil, rumah dan kios di kota Wamena BUKAN Terdakwa pelakunya karena pelakunya MASIH DALAM PENGEJARAN. Saksi juga menerangkan bahwa BARANG BUKTI yang ditunjukan di persidangan BUKANLAH BARANG BUKTI dari peristiwa pembakaran di Kota Wamena sebab LAPORAN POLISI antara peristiwa di kota Wamena dan Penangkapan terdakwa di kampung Wara Pisugi adalah BERBEDA alias TIDAK SAMA.

– Bahwa BARANG BUKTI yang dihadirkan oleh Penuntut Umum, patutlah diragukan karena tidak bersesuai dengan BARANG BUKTI yang ada di daftar BARANG BUKTI di Surat Dakwaan baik dari jenis botol ataupun Jumlah Botol. Bahwa Jumlah botol yang terdapat di daftar BARANG BUKTI di SUrat Dakwaa sebanyak 7(tujuh) botol yang terdiri dari botol jenis Krating Daeng dan M 150 akan tetapi botol yang dihadirkan oleh Penuntut Umum di persidangan memiliki jumlah yang jauh lebih banyak dengan jenis : Botol Krating Daeng, Botol M 150, botol sejenis sirup ABC dan Botol kecap;

Bahwa adalah menjadi tugas dari pihak Kepolisian untuk menangkap dan membuktikan PELAKU lain yang diduga terlibat dalam sejumlah aksi pembakaran mobil,rumah dan kios di kota Wamena menjelang pemilihan presiden dan wakil presiden.

Berdasarkan seluruh uraian di atas, TERBANDING (TERDAKWA) mohon agar Pengadilan Tinggi Propinsi Papua berkenan memberikan putusan:

1. Menolak permohonan Banding dari Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Wamena.
2. Menolak dalil-dalil atau alasan-alasan yang dikemukakan Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Wamena dalam Memori Banding.
3. Menguatkan atas Putusan Pengadilan Negeri Wamena Nomor : 81/Pid.B/2014/PN.WMN tanggal 31 Maret 2015

Mengadili sendiri :
Menjatuhkan hukuman yang seringan-ringannya terhadap Terdakwa
Demikian Kontra Memori Banding ini kami sampaikan, Terimakasih atas perhatian serta perkenannya.

Wamena, 21 April 2015

Hormat kami,

Latifah Anum Siregar,SH

Simon Patiradjawane SH