Jaga Pantai, Warga Enggros Rutin Bersihkan Sampah

Jaga Pantai, Warga Enggros Rutin Bersihkan Sampah

Pantai Mendug, Enggros, Kota Jayapura

Jayapura – Menjaga keasrian lingkungan ternyata tidak saja dilakukan aktivis lembaga swadaya masyarakat. Di Kampung Enggros, Kota Jayapura, warga secara sukarela membersihkan sampah di Pantai Mendug perbulan. “Ini kerja bersama, kita tidak mau bantuan dari pemerintah, kita bukan cari uang,” kata Freddy Wanda ketua Forum Port Numbay Green, kemarin.

Ia mengatakan, warga Kota Jayapura dan Enggros terlibat dalam sebuah forum yang digagas pada tahun 2009, Port Numbay Green. Jumlah anggota saat ini mencapai puluhan. Forum tersebut berkonsentrasi dalam penyelamatan lingkungan. “Kita tidak beraviliasi dengan lembaga manapun, kita bekerja sendiri, ini pantai kita, jadi orang Jayapura harus terlibat sendiri untuk menjaga. Tidak bisa berharap dari orang lain,” ujarnya.

Setahun lalu, Port Numbay Green mencanangkan penanaman Bakau di sekitar dermaga Enggros atau Tanah Hitam. Pohon bakau berguna untuk menahan lajunya pengikisan akibat hempasan air laut. Bakau sebanyak puluhan pohon terawat baik sampai hari ini. “Ide ini datang begitu saja dari anggota, kita melihat, kenapa tiap hari air laut semakin naik ke daratan, akhirnya secara bersama kita mulai menanam bakau. Bibit bakau dicari sendiri tanpa bantuan siapa-siapa,” katanya.

Hasil kerja forum ternyata banyak gunanya. Bakau yang tumbuh subur bisa pula dinikmati pengunjung karena berpemandangan menarik. “Kita berencana akan menanam lagi bakau, kalau tidak dari sekarang, anak cucu kedepan tidak akan tahu apa itu dermaga Enggros,” ucapnya.

Port Numbay Green membersihkan sampah di Mendug dengan alat seadanya. “Kita mengumpulkan. Setelah itu, akan ada truk yang bawa ke tempat pembuangan akhir. Pembersihan pantai sejauh kurang lebih tujuh kilometer, dari pantai Kasuari sampai Holtekam,” kata Wanda.

Sampah plastik sangat berbahaya. Sebaran yang begitu banyak dapat membuat laut tercemar dan pantai jadi kotor. “Sampah itu datang dari limbah pasar, dari pasar Yotefa. Seharusnya kalau pemerintah ingin pantai kita jadi tempat wisata, harus ada aturan yang ketat agar warga Jayapura dan pasar tidak membuang limbah secara sembarang,” paparnya.

Ia meminta pemerintah tidak berharap banyak dari warga Enggros untuk tiap saat membersihkan sampah. “Petugas yang digaji untuk mengangkut sampah begitu banyak, saya kira mereka juga harus ditugaskan untuk menjaga pantai Mendug, jangan hanya perhatikan Base G saja,” pungkasnya. (02/ALDP)

  • alexander sorondanya

    bagaimana untuk bisa bergabung dengan Forum Port Numbay Green

    thanks, salam rimba