Jafrai Mengalami Gangguan Pada Telinganya

Jafrai Mengalami Gangguan Pada Telinganya

Jayapura-Seperti biasa Jafrai Murib melakukan fisioterapi untuk mengatasi penyakit stroke yang dideritanya sejak sekitar 2 tahun lalu.

“Jafrai harus rajin fisioterapi untuk melenturkan otot-ototnya, otot sekitar tangan kanannya masih kaku. Jafrai harus banyak latihan juga kalau di LP,” Ujar suster Ella pemandu fisioterapi di RSUD Dok II Jayapura.(01/10/2013).

Begitu tiba di ruangan fisioterapi RSUD Dok II Jayapura, Jafrai terpidana seumur hidup pada kasus pembobolan gudang senjata Kodim Wamen atahun 2003 itu mulai menggunakan alat bantu satu persatu untuk melatih kekuatan tangan kanannya.

“Kadang masihsakit,” katanya pelan.

Selain menjalani fisioterapi setiap hari selasa, Jafrai juga diberikan obat untuk diminum. Jafrai bersedia minum obat apabila dirinya diperiksa atau dibawa control terlebih dahulu ke RSUD Dok II Jayapura.

“Kalau dititip saja obatnya, baru petugas LP kasih saya, saya tidak mau minum,” tegasnya.

Dirinya kemudian mengeluh soal telinganya, katanya sudah terasa sakit sejak 2 bulan lalu sehingga membuatnya tidak dapat mendengar dengan baik. Pihak polik LAPAS Abepura sudah melakukan pengobatan, namun penyakitnya masih belum sembuh.

“Masih sakit dan ada bunyi-bunyi,” jelasnya sambil memegangi telinga kirinya.

“Penyakit telinga jangan dianggap sepele, ini jelas menganggu dirinya. Telinga sebagai alat kesimbangan, akan membuat Jafrai sulit tidur, kepalanya pening dan tentu saja membuat emosinya tidak stabil,” UjarSuster Ella.

Pemandu fisioterapi yang dikenal ramah dan penolong itu kemudian menyarankan agar Jafrai ditangani secara serius oleh dokter THT.

“Saran saya tolong dikonsultasikan kedokter THT,” katanya pada petugas LAPAS yang mendampingi Jafrai.(Tim/AlDP).