Jafrai Ingin Jadual Fisioterapinya Tidak Terhambat
Peta Papua

Jafrai Ingin Jadual Fisioterapinya Tidak Terhambat

Jayapura-Jafrai Murib terpidana seumur hidup kasus pembobolan gudang senjata Kodim Wamena tahun 2003 mengeluhkan pelayanan petugas di LP Abepura saat ditemui oleh Anum Siregar SH dan Cory Silpa SH selaku penasehat hukumnya dari AlDP.

“Ada petugas yang keberatan karena ibu sudah lapor ke kadiv Pas dan kakanwil,” demikian Jafrai mengadukan hal tersebut.(30/10/2012). Sebelumnya Anum Siregar pernah menemui kakanwil hukum dan HAM terkait penanganan medis Jafrai Murib.

Menurutnya pelayanan di LP Abepura terkesan lambat. Kadang  dirinya menunggu lama sebelum ke RSUD atau bahkan dibatalkan dengan alasan mobil LP dipakai atau dokter tidak ada di rumah sakit.

Akibatnya Jafrai sempat bersitegang dengan petugas LP hingga dirinya dihukum tidak boleh keluar dari bloknya.

“Saya minta supaya pelayanan buat saya tidak ditunda-tunda lagi, saya bukan orang sehat, saya tidak ada pikiran mau lari tapi saya mau berobat cepat, ” Ujarnya.

Awalnya Jafrai menjalani fisioterapi sebanyak 3 kali dalam seminggu kemudian berkurang hingga 1 kali dalam seminggu setelah di RSUD Dok II Jayapura dengan jadual setiap hari rabu.

Di RSUD DOk II Jafrai sudah mulai menjalani terapi setrum sebanyak 1 kali untuk merangsang syaraf-syarafnya kembali bereaksi. Dirinya juga diminta untuk memperbanyak latihan saat berada di LP Abepura.

Rencananya pada jadual fisioterapi berikutnya, akan dilakukan koordinasi kembali antara dokter di Polik LP, dokter syaraf dan ahli fisioterapi di RSUD Dok II dengan Penasehat Hukum Jafrai untuk mengevaluasi dan merumuskan tindak lanjut penanganan medis Jafrai.(Tim/AlDP).