Indikator Papua Damai, Belum Sama

Indikator Papua Damai, Belum Sama

Jayapura – Khairul Anam, peserta Forum Kajian Indikator Papua Tanah Damai yang digelar Aliansi Demokrasi untuk Papua, Jaringan Damai Papua dan Tifa Foundation di Kota Jayapura, Sabtu lalu mengatakan, upaya untuk membangun Papua yang damai, saat ini masih sangat rendah. Apa yang disebut inditator Papua tanah damai, belum terpenuhi.

“Oleh karena itu, orang dikasih apa saja, kalau indikator damainya tidak terpenuhi maka tidak akan mampu mencapai hidup yang damai,” kata Khairul.

Hal senada disampaikan juga oleh Imam Subekti dari Masjid Baitul Makmur. “Perjuangan kemanusiaan di Papua sudah lama tapi belum ada titik temu, kita samakan dulu pemahaman mengenai  Papua Tanah Damai seperti apa,” ujarnya.

Ia mengatakan, damai dalam pengertian mencakup satu wilayah, maka Papua Tanah Damai berarti bicara mengenai kepentingan semua penduduk yang ada di Papua.

Yamin dari STAIN AlFatah menambahkan, pendatang dan Papua belum menemukan defenisi bersama untuk hidup bersama. “Kalau kita sepakat secara harfiah tidak ada suku Papua. Ini untuk menjembati berbagai perbedaan yang ada. Jangan terjebak pada politik ‘casing’. Jadi setiap orang harus merasa orang Papua tapi secara identitas etnik berbeda,” paparnya.

Bagi Yamin, konsep Papua Tanah Damai harus dikampanyekan secara lebih meluas. “Perlu membangun indikator yang sama mengenai Papua yang damai,” ucapnya. (Tim/AlDP)