Berita Fokus

Ibrahim Marian Menunggu Pembebasan Bersyarat

Ibrahim Marian Menunggu Pembebasan Bersyarat

Ibrahim Marian adalah satu dari 5 terdakwa kasus bom rakitan dan pilpres tahun 2014 di Wara Pisugi Wamena. Saat persidangan di Pengadilan Negeri Wamena, Ibrahim divonis 1 tahun penjara. Jaksa Penuntut Umum(JPU)banding dan diputuskan menjadi 3 tahun penjara.Ketika Ibrahim dkk kasasi, Mahkamah Agung menguatkan putusan Pengadilan Tinggi Papua.

IMG-20171116-WA0016Wamena-Ibrahim Marian, terpidana kasus pembuatan Pisugi tahun 2014, kini sedang menunggu Pembebasan Bersyarat(PB).

Ibrahim Marian adalah satu dari 5 terdakwa kasus bom rakitan dan pilpres tahun 2014 di Wara Pisugi Wamena. Saat persidangan di Pengadilan Negeri Wamena, Ibrahim divonis 1 tahun penjara. Jaksa Penuntut Umum(JPU)banding dan diputuskan menjadi 3 tahun penjara.Ketika Ibrahim dkk kasasi, Mahkamah Agung menguatkan putusan Pengadilan Tinggi Papua.

Mereka sempat dikeluarkan karena perpanjangan penahanan dari Mahkamah Agung tak kunjung tiba. Hingga Ibrahim ditangkap kembali pada saat penyisiran di sekretariat KNPB Wamena akhir desember 2016.

Saat itu, menurut Ibrahim, mereka mengalami penyiksaan di Polres Wamena. Dia mengalami pukulan berulang kali pada sekitar betis hingga kakinya. Mulai dipukul dengan karet mati, hingga patah dan juga dengan pistol.

Pembebasan Bersyarat adalah hak dari narapidana ketika telah menjalani dua pertiga dari masa pemidanaannya.

Usulan PB Ibrahim Marian dilakukan bersamaan usulan 18 narapidana lainnya.

Persyaratan yang diperlukan adalah surat jaminan dari kepala kampong tempatnya menetap dan keterangan dari Kejaksaan Negeri setempat.

“Kami menunggu surat keterangan dari Kejaksaan(Wamena) dan selama ini tidak ada masalah,” terang Kalapas Wamena, Yusak Sabatu(09/10/2017).

Namun katanya pula, apabila dalam waktu 12 hari Kejaksaan belum mengeluarkan surat, maka pihak Lapas tetap akan langsung memproses.

“Hal ini untuk memenuhi hak-hak narapidana.,” tegasnya.

Ibrahim Marian diperkirakan akan mendapatkan Pembebasan Bersyarat pada Januari 2018.(Tim/Aldp).