Hendrik Tomasoa : Kebijakan Outsorcing Tidak Jelas

Hendrik Tomasoa : Kebijakan Outsorcing Tidak Jelas

Pertemuan Komisi A DPRP dan Pegawai Honorer Bandara Sentani

Jayapura – “Pertama kita harus melihat apakah ada payung hukumnya atau tidak untuk melakukan outsorcing terhadap tenaga honorer di bandara Sentani,” Ujar Hendrik Tomasoa SH,MHum saat menerima puluhan tenaga honorer bandara Sentani Jayapura di Komisi A DPRP.(31/07/2012).

Hendrik Tomasoa yang mendampingi wakil ketua Komisi A Yanni SH saat menerima belasan tenaga honorer bandara Sentani menilai permasalahan yang dihadapi oleh tenaga honorer bandara Sentani membuat status mereka semakin tidak jelas alias KJ.

“Outsourcing tidak ada SK, landasannya apa ?. Jadi mau dibilang outsorcing atau tidak, tidak jelas. Kita menentang Outsourcing sebab untuk kondisi ini seharusnya mereka diberikan kesempatan sebagai PNS sebab sudah lama bekerja. Pemerintah tidak boleh membohongi rakyat nanti pemerintah yang malu sendiri,’ Ujarnya panjang lebar.

Hendrik juga menyoroti manejemen bandara yang dinilai tidak semakin tidak teratur,” banyak penyamun, dana yang ada siapa yang kelola?,” katanya mengomentari banyaknya pungutan dan tidak efektifnya penggunaan fasilitas bandara seperti garbarata (Belalai gajah) ataupun mesin Xray..

Guna menindaklanjuti pengaduan mereka maka Komisi A DPRP berencana akan mengundang pihak perhubungan, kepala Bandara dan Pimpinan PT Tosari dalam waktu dekat.

“Kita akan tanya kebijakan tersebut. Ini bukan outsourcing seharusnya mereka dikenakan status yang jelas,diusahakan untuk menjadi PNS,” Ujarnya.(Tim/AlDP).