Hasil MRI Jafrai : Stroke Menyerang Otak Depannya

Hasil MRI Jafrai : Stroke Menyerang Otak Depannya

Jayapura-“Kita berharap Jafrai akan mengalami perubahan yang baik, setidaknya  tidak memburuk melebihi yang sekarang ini,” demikian penjelasan Dokter spesialis syaraf dari RSUD Jayapura, Dr. Halomoan Saragi, Sp.S saat memeriksa hasil MRI kepala dari Jafrai Murib.(22/04/2014).

Setelah menjalani fisioterapi secara ruitn, pekan lalu Jafrai menjalani MRI. Lantas minggu ini hasil MRI Jafrai dibaca oleh dokter Halomoan Saragi,Sp.S.

“Dari hasil MRI, dapat kita ketahui bahwa kerusakan(stroke) yang terjadi di otak Jafrai telah menyerang bagian depan otaknya, kiri dan kanan.Kepala depan daerah frontal,” katanya.

Menurutnya secara teori kedokteran, ketika stroke menyerang otak kanan dan kiri secara bersamaan, akan menyebabkan kondisi pasien jauh lebih ‘buruk’ daripada yang dialami oleh Jafrai.

“Kita lihat saja, Jafrai masih dapat beraktifitas dengan baik, meski stroke ada pada otak depannya. Ini karena di dalam otak itu ada mekanisme internal yang menahan kerusakan lebih besar. Tentu juga karena kuasa tuhan. Kalau Jafrai tidak merokok itu juga sangat baik,” jelasnya.

Dokter yang terkenal ramah itu pun menjelaskan bahwa, penderita seperti Jafrai tidak boleh ditinggalkan sendirian.

“Nanti dia tambah drop dan bisa menjadi cepat pikun”.

Dokter kemudian menanyakan hobi Jafari yang dijawab singkat oleh Jafrai’ bermain catur”.

‘Itu bagus, latih terus kemampuan otak kamu supaya bekerja dan tidak pasif. Kita masih berharap ada kemajuan dari serangkai perawatan dan obat yang diminumnya apalagi dia masih muda,” katanya sambil membaca grafik hasil test kemampuan syaraf Jafrai yang dilakukan  2 bulan sebelumnya.

Setelah menjalani pemeriksaan, Jafrai diberikan obat rutin untuk dikonsumsi selama satu bulan. Jafrai adalah terpidana seumur hidup pada kasus pembobolan gudang senjata Kodim Wamena tahun 2003.(Tim/AlDP).