Hari Pertama Kerja, PNS Jayapura Keliling Mall

Hari Pertama Kerja, PNS Jayapura Keliling Mall

Ilustrasi PNS di Mall

Jayapura – Sejumlah Pegawai Negeri Sipil di Jayapura ditemukan asyik berkeliling pada sejumlah pertokoan dan tempat perbelanjaan di hari pertama berakhirnya cuti bersama pemerintah, Kamis (23/8).

“Dari pagi sudah jalan-jalan di mall, tidak kerja, bikin habis uang negara saja,” kata Rahmat, warga Jayapura.
Menurut dia, PNS digaji oleh uang rakyat. “Seharusnya melayani, ke kantor, bukan alasan karena baru hari pertama kerja, jadi mau malas malasan,” kata pemilik sebuah kios di Jayapura itu.
Dari pantauan di lapangan, sejumlah PNS memilih pulang lebih awal dan bersantai di skyland. Kawasan tersebut memiliki beberapa warung yang menyediakan minuman penyegar dari kelapa muda. Beberapa lainnya dengan berpakaian PNS, berbelanja di pusat pertokoan.
“Ini bukan cerita baru, di hari biasa saja, ada PNS yang mangkir dari tugas, menurut saya perlu ada pendekatan lebih tegas agar PNS tunduk pada aturan, kita hanya ingin mereka disiplin dan mau benar-benar bekerja demi rakyat,” kata Martinus Kaipman, Staf Khusus DPR RI.
Menurut dia, PNS mangkir memberi citra buruk pada birokrasi. Sementara PNS rajin, ikut terpojok dengan banyaknya kritik dari masyarakat. “Mereka yang rajin dan disiplin dilupakan. Padahal mereka itu yang harus diperhatikan,” katanya.
PNS malas cenderung bertindak korup. “Bukan hanya korupsi waktu, tapi juga cenderung menggelapkan uang. Ya mereka hanya mau ke kantor kalau ada uang, ada beberapa PNS dengan tipikal seperti itu.”
Aturan tentang disiplin PNS telah diatur dalam PP 53 Tahun 2010. PP ini memuat salah satunya tentang absensi pegawai. Di mana sanksi terberat adalah pemecatan bila PNS absen selama 50 hari tanpa alasan. “Sudah jelas, saya kira tidak ada alasan PNS malas malasan lagi,” ucapnya.
Sementara itu, oknum PNS di Jayapura membantah mangkir dari tugas. “Sudah ada ijin dari kantor, ini belanja untuk kepentingan kantor,” katanya tanpa mau menyebut nama. “Kalau PNS malas, ada kebijakan pemotongan ULP, itu biasa,” katanya lagi. (02/ALDP)