Harga Barang di Nabire Bergerak Naik

Harga Barang di Nabire Bergerak Naik

Nabire – Harga barang kebutuhan pokok di Nabire melonjak. Situasi ini mengakibatkan persaingan ekonomi menjadi tidak kondusif.

“Bukan saja harga di pedalaman tapi juga di dalam kota,” kata Ruben Lanny, peserta Forum Kajian Indikator Papua Tanah Damai yang diselenggarakan Aliansi Demokrasi untuk Papua dan Jaringan Damai Papua di Nabire, pekan lalu

Ia mengatakan, harga yang ada ditentukan oleh pedagang, juga karena sikap pemerintah yang tidak tegas. Adapun alasan pengusaha, karena terlalu banyak pungli mulai dari gudang pelabuhan sampai ke kota.

Selain itu warga masih sangat konsumtif serta belum berpikir mengelola modal dan usaha untuk kepentingan jangka panjang

Salah satu penyebab juga karena pada awal tahun, pemerintah daerah pernah mengeluarkan Perda mengenai pelarangan masuknya kontainer ke kota. Akibatnya, para pengusaha harus mengangkut barang-barang mereka dengan truk yang kapasitas angkutnya lebih kecil.

“Hargapun melonjak, kemudian pemerintah mencabut Perda tersebut, sayangnya sudah tidak dapat diturunkan lagi. Budaya pungli juga tetap tidak berhenti. Jadi kata pedagang, mereka tidak bisa turunkan harga,” katanya.

“Dapat dibayangkan, untuk di Nabire saja sudah seperti ini apalagi untuk kabupaten-kabupaten baru yang menggunakan jalan darat dari Nabire, masyarakat makin kesulitan,” tambah Lanny.

Keluhan ini sudah sering disampaikan kepada pemerintah. Bukan saja orang Papua, pendatang yang hidup secara pas-pas ikut pula merasakan dampaknya. “Pemerintah daerah tidak memberikan ketegasan apapun terutama kepada aparatnya yang melakukan pungli,” katanya. (Tim/AlDP)