Guru SMP Satu Atap Paparu Jarang Bertugas
Pertemuan DPR Papua bersama DPRD dan Pemda Pegunungan Bintang, kemarin

Guru SMP Satu Atap Paparu Jarang Bertugas

sekolah Satu Atap Paparu

Serui – Saat pendaftaran di SD dan SMP Satu Atap Paparu distrik Raimbawi kabupaten kepulauan Yapen hanya ada kepala sekolah yang datang untuk buka sekolah, dibantu 2 tenaga honorer.

 

“Guru-guru di SMP Satu Atap Paparu jarang berada di tempat tugas, biasanya saat mau ujian baru mau datang mengajar. Ketika penerimaan siswa baru belum ada guru yang datang melayani pendaftaran,” demikian dikatakan pejabat kepala kampung Sewenui Harman Runabari. “Malah SD sendiri belum ada aktifitas sama sekali”.

 

Meskipun musim liburan sudah usai, menurut Urbanus R salah satu tenaga bantu di SMP Paparu, hingga pekan lalu baru 14 anak yang mendaftar dari kampung Waindu, Sewenui, Kororompui (Wansma) dan Woda.

 

“Tiap tahun, kami guru bantu saja yang melakukan penerimaan siswa. Kami lakukan ini karena tanggung jawab atas nasib dan masa depan anak-anak pantai Lori yang ingin mendapatkan pelayanan pendidikan yang lebih baik,” katanya.

 

Lanjutnya, ”kondisi ini sudah berlangsung dari tahun ke tahun dan sama sekali tidak ada perhatian dari pimpinan sekolah maupun dinas Pendidikan Yapen”.

 

Hal yang sama dibenarkan oleh mantan kepala kampung Sewenui Zakeus Siburi bahwa guru-guru baru datang untuk mengajar setelah penerimaan siswa, “mungkin sekitar Oktober dan setelah itu kembali kekota untuk kembali di tahun depan”.

 

Pihak pemerintah kampung sudah melaporkan kondisi tersebut ke dinas namun nampaknya dinas belum memberikan tanggapan apalagi sanksi terhadap guru-guru yang jarang hadir di tempat tugas.(04/AIDP)

Serui – Saat pendaftaran di SD dan SMP Satu Atap Paparu distrik Raimbawi kabupaten kepulauan Yapen hanya ada kepala sekolah yang datang untuk buka sekolah, dibantu 2 tenaga honorer.

 

“Guru-guru di SMP Satu Atap Paparu jarang berada di tempat tugas, biasanya saat mau ujian baru mau datang mengajar. Ketika penerimaan siswa baru belum ada guru yang datang melayani pendaftaran,” demikian dikatakan pejabat kepala kampung Sewenui Harman Runabari. “Malah SD sendiri belum ada aktifitas sama sekali”.

 

Meskipun musim liburan sudah usai, menurut Urbanus R salah satu tenaga bantu di SMP Paparu, hingga pekan lalu baru 14 anak yang mendaftar dari kampung Waindu, Sewenui, Kororompui (Wansma) dan Woda.

 

“Tiap tahun, kami guru bantu saja yang melakukan penerimaan siswa. Kami lakukan ini karena tanggung jawab atas nasib dan masa depan anak-anak pantai Lori yang ingin mendapatkan pelayanan pendidikan yang lebih baik,” katanya.

 

Lanjutnya, ”kondisi ini sudah berlangsung dari tahun ke tahun dan sama sekali tidak ada perhatian dari pimpinan sekolah maupun dinas Pendidikan Yapen”.

 

Hal yang sama dibenarkan oleh mantan kepala kampung Sewenui Zakeus Siburi bahwa guru-guru baru datang untuk mengajar setelah penerimaan siswa, “mungkin sekitar Oktober dan setelah itu kembali kekota untuk kembali di tahun depan”.

 

Pihak pemerintah kampung sudah melaporkan kondisi tersebut ke dinas namun nampaknya dinas belum memberikan tanggapan apalagi sanksi terhadap guru-guru yang jarang hadir di tempat tugas.(04/AIDP)