Guru Mesti Sejahtera dan Terlindungi

Guru Mesti Sejahtera dan Terlindungi

Yapen-Ketua PGRI Kepulauan Yapen Drs. Orgenes Runtuboi,M.Si mengatakan selain guru professional, “guru mesti sejahtera dan terlindungi” katanya saat ditemui AlDP Online di rumahnya.

“Sementara guru yang sejahtera berarti guru mampu memenuhi kebutuhan dasar secara optimal antara lain penghasilan cukup, bebas kredit, memiliki rumah layak, memiliki tabungan hari tua, dll,” terangnya.

Namun fakta menunjukkan bahwa banyak guru terlilit kredit dalam jumlah besar dan dalam jangka yang panjang. Sehingga terkadang guru menerima gaji bersih per bulan sekitar Rp 300.000-Rp.1.000.000.

Katanya lagi, “Selain kredit untuk bangun rumah, membiayai pendidikan anak dan lain sebagainya. Maka dengan kondisi ini praktis guru tidak bisa menabung, jika ada penghasilan yang disisihkan,tentunya ini menjadi ukuran tingkat kesejahteraan”.

Selain itu guru mesti terlindungi sebagaimana diatur dalam PP 74 tahun 2008 khususnya pasal 40. Jaminan keselamatan ini bisa dari pemerintah, satuan pendidikan, organisasi profesi serta dari masyarakat “dalam bentuk bebas kekerasan, ancaman serta perlakuan tidak adil”.

Namun ada guru yang mengalami ancaman dari orang tua murid maupun lingkungan di sekitarnya sehingga dirinya tidak nyaman dalam melakukan tugas. Dahulu profesi guru betul-betul dihargai. Kini sepertinya masyarakat tidak lagi menghargai guru sebagai pendidik dan pengajar di masyarakat.

“Memang diakui bahwa ada juga ancaman atau kekerasan yang disebabkan oleh guru itu sendiri, tapi reaksi warga terlalu berlebihan apalagi hingga menganiaya guru,” tambah ketua PGRI Yapen yang sudah menjabat 2 periode.Orgenes menyebut kasus ancaman terhadap guru di SD YPK Saweru, SD Negeri Panduami, kasus Bareraipi, “masih banyak lagi,” katanya.

Menurutnya perlindungan dari pemerintah daerah juga kurang,misalnya untuk penempatan, guru cenderung menggunakan nota dinas bukan Surat Keputusan Bupati Sehingga tidak ada proteksi dan tanggungjawab yang jelas dari pemerintah.(04/AlDP)

.