Guru Kontrak SD YPK Wapur Tidak Diperhatikan

Guru Kontrak SD YPK Wapur Tidak Diperhatikan

Supiori Barat – SD YPK Wapur Supirori Barat termasuk salah satu SD yang terlihat rapi dengan fasilitas yang lumayan lengkap. Tempatnya bersih, lantainya berlapis keramik hasil rehab tahun 2008.

Sayangnya masih kekurangan guru. Sebenarnya SD ini memiliki 6 orang guru, 2 diantaranya guru kontrak yang sudah mengabdi sejak 7 tahun lalu.

“Katanya kami akan diusulkan PNS tapi sampai saat ini belum, kami masuk kategori kedua,” Ujar Yohana Wanma salah seorang guru kontrak. Bagi Yohana Wanma dan temannya sesama guru kontrak Herlintje Rumbiak tak tahu dengan pasti apa yang dimaksud dengan kategori kedua.”Mungkin soal berkas, sempat tercecer dan belum dilengkapi,” katanya(23/06/2012).

Yohana dan Herlintje selalu setia menemani murid mereka. Ketika guru-guru PNS tidak berada ditempat maka mereka mengajar rangkap untuk 6 kelas tersebut. Guru PNS turun ke kota dengan alasan keperluan dinas dan keluarga,” kadang 1 minggu, 2 minggu, 3 minggu atau 1 bulan,” Ujar Yohana kembali.

Sebagai guru kontrak, dalam kontrak mereka akan diberikan gaji sebesar Rp.1.500.000/bulan dan dibayarkan setiap 6 bulan. Tahun-tahun awal mereka mengajar, kenyataannya mereka hanya menerima Rp.600.000/bulan. Baru 2 tahun terakhir ini mereka menerima Rp.1.000.000/bulan.”Alasannya untuk administrasi dan lain-lain,tapi kami terima saja,” Ujar Herlintje.

Mereka tidak mengeluh dan dengan semangat dan penuh senyum siap membantu anak didik.Wajah yang sama  mereka tunjukkan saat mengantar tim AlDP berkeliling sekolah.

“Ini ruang perpustakaan, dibantu pemda tahun 2009 tapi hingga kini belum difungsikan, buku-buku baru disusun saja di atas rak dan meja, jendelanya juga sudah mulai rusak dan Dinas berjanji akan datang memperbaiki,” kata Yohana sambil tersenyum.

Yohana kemudian menyodorkan buku Tamu, “tolong diisi sebagai tanggungjawab kami dan akan kami laporkan ke kepala sekolah”.(Tim/AlDP).