Guru di Kota, Rumah Guru Tidak Ditempati

Perumahan Guru

Serui – Keluhan guru-guru SD Paparu terkait fasilitas perumahan sudah direspon oleh Pemda Kepulauan Yapen dengan membangun perumahan guru.

Rumah dibangun dengan menggunakan dana APBD tahun 2011 sebanyak 1 kopel untuk 4 guru yang mengajar di SD Paparu distrik Raimbawi. Sayangnya rumah yang sudah selesai tersebut bukannya ditempati, dibiarkan hingga ditumbuhi rumput yang tinggi.

Menurut kepala kampung Harman Runabari, “kami sudah beritahukan ke Dinas supaya guru tinggal di rumah guru, di tempat tugas tapi belum sampai sekarang. Kami menyesalkan keluhan guru soal perumahan, sudah dijawab tetapi malah tidak dimanfaatkan”.

Hal yang sama dikatakan ketua Bamuskam Mecky Rumkorem saat ditemui AlDP Online pekan lalu, katanya, “kita sudah memperjuangkan bersama semua pihak untuk adanya perumahan guru namun sekarang setelah ada malah tidak ditinggali”.

SD Paparu memiliki 4 orang guru, 2 diantaranya merupakan anak asli di Paparu dan menetap di kampung tetangga yaitu kampung Kororompui. Sementara 1 guru lainnya dan kepala sekolah hampir tidak pernah datang mengajar. Memang terlihat proses belajar mengajar sudah tidak berjalan optimal karena guru jarang mengajar.

“Buktinya ya rumah ini yang sudah penuh dengan rumput tinggi. Ini pertanda bahwa rumah ini tidak pernah ditinggali oleh penghuninya,” Ujarnya yang juga sebagai ketua komite SD Paparu. Menatap rumah guru SD Paparu yang selesai dibangun sejak 1 tahun lalu.

Dulu sebelum dibangun perumahan, kepala sekolah mengeluh enggan datang ke kampung karena tidak ada perumahan. Sekarang justru setelah rumah ada malah tidak pernah ke kampung mengajar. “Kami sangat sesalkan perilaku guru yang tidak konsisten,” tambahnya. (04/AIDP)