Gender Tidak hanya Milik Perempuan
Ilustrasi pelebaran jalan

Gender Tidak hanya Milik Perempuan

Jayapura-Selama ini  orang selalu berbicara tentang  menghargai dasar-dasar sebagai seorang perempuan yang Digembar-gemborkan dengan istilah gender bagi perempuan yang kadangkala melemahkan apa yang menjadi tangungjawab seorang perempuan. Thema jender kembali didiskusikan melalui Workshop Training Of  Facilitator dengan Tema : Laki-Laki Baru yang bertempat disalah satu wisma di kompleks  Kota Raja Grand (13/03/2012).

Workshop tersebut berlangsung selama lima hari dan merupakan kegiatan lanjutan yang sebelumnya digagas dalam tema kegiatan kampung Damai di Arso Kota kerjasama Dekenat Keerom, Yayasan Teratai Hati dan UN Women.

Dalam kegiatan Workshop ini, peserta terdiri dari perempuan 4 orang  dan Laki-laki  16 orang yang kesemuanya berjumlah  20 orang berasal dari pemuda Arso kota, Kabupaten Keerom, dari pantuan AlDP online, seluruh peserta sangat antusias dengan kegiatan tersebut.Apalagi sebagian peserta merupakan lapisan generasi muda di Keerom yang memiliki komitmen untuk membangun Keerom menjadi lebih baik melalui kegiatan gereja maupun kegiatan sosial  kemasyarakatan lainnya.

Menurut Buim, fasiltator yang juga sebagai pelaksana kegiatan,”Kegiatan ini untuk memberikan pemahaman tentang peran, sifat, posisi dan identitas perempuan dan laki-laki yang disebut Gender  yang mana dibentuk oleh pengaruh lingkungan atau masyarakaat melalui sistim kepercayaan yang tergolong dalam, agama, budaya, politik, ekonomi yang dapat berubah-ubah dalam perilaku perempuan dan laki-laki,”.

Sehingga peran dan posisi bisa berubah, tergantung kontruksi sosial yang terbangun di masyarakat seperti beberapa pandangan terhadap laki-laki,dulu laki-laki berambut panjang diangap tabu, tidak boleh menangis, harus memenuhi nafkah keluarga. Atau tidak pantas kerja di salon karena menjadikan laki-laki banci. Sementara perempuan harus patuh pada suami, harus bekerja melayani keluarga, mendidik anak dan mengurus rumah tangga ataupun tidak boleh bekerja di luar rumah dan lain sebagainya.

Lebih lanjut buim mengatakan melalui kegiatan workshop ini, diharapkan peserta bisa memberikan pemahaman tentang kesamaan dan setaranya peran perempuan dan laki-laki dalam melakukan aktifitasnya juga menjadi cermin yang bisa mentransfer kepada pemuda yang ada di kampung,”Jelasnya. Menurutnya, Tuhan menciptakan manusia sama, manusia kemudian dituntut untuk menjalankan perdan dan fungsinya dengan tepat di dalam hidup ini.

Diharapkan dengan Workshop tersebut,mulai terbangun kesadaran komunal diantara laki-laki untuk memahami gender dengan lebih jelas dan baik terutama dalam rangka memperkuat peran perempuan yang selama ini selalu dikesampingkan dan cenderung tidak didengar.Kegiatan diharapkan dapat membangun dan memperkuat peran yang seimbang antara laki-laki dan perempuan di dalam keluarga,masyarakat dan pemerintah (03/AlDP)