Gambar Penyiksaan Yang Dialami Meki Elosak dkk Bukan Hoax

Gambar Penyiksaan Yang Dialami Meki Elosak dkk Bukan Hoax

Jayapura-“Selama penyiksaan masih dijadikan pola saat melakukan penangkapan terhadap seseorang yang dianggap melawan hukum pada kasus-kasus tertentu yakni kasus politik, maka ini menunjukkan lemahnya penanganan hukum yang dilakukan secara professional oleh aparat,” Ujar Anum Siregar(17/04/2014).

Anum mengatakan bahwa masih banyaknya soroton terhadap praktek penyiksaan ini menunjukkan bahwa pihak keamanan khususnya kepolisian perlu melakukan evaluasi terhadap kinerja mereka.

“Memberikan klarifikasi itu mungkin penting asalkan dengan bukti tetapi kalau kemudian masih ada yang mendapatkan perlakuan tidak manusiawi saat ditangkap, maka tidak cukup  dengan klarifikasi,”  lanjutnya.

Anum mencontohkan kejadian yang dialami kliennya yakni Meki Elosak, Wiki Meage, Obeth Kosay dan Oscar Holago terpidana 8 tahun kasus Yalengga tahun 2010. Mereka mengalami penyiksaan namun tidak terungkap.

Baru-baru ini beredar foto penyiksaan di jejaring sosial media yang mereka alami. Lantas Polres Jayawijaya melalui Surat Perintah Tugas nomor:Sprin/01/III/2014/Sipropam menugaskan 6 orang anggotanya untuk melakukan Penyelidikan dan Pemeriksaan terhadap Meki Elosak dan Wiki Meage. Di foto itu ada sekitar 8 orang dibaringkan dalam selokan, dikelilingi oleh aparat kepolisian, ada seorang anggota polisi yang memotret. Judul foto itu menyebutkan polisi sebagai pelakunya.

“Meki Elosak mengakui kejadian penyiksaan yang mereka alami, dia cerita secara detail,  benar bukan hoax,” jelasnya.

Lanjutnya, “Kita menyambut baik kalau polisi kemudian merespon itu tapi jangan karena gambarnya muncul di media sosial jadi direspon, kalau tidak muncul?”

“Meski dikatakan oknum tetapi kalau terjadi terus maka yang rusak institusi. Meski yang lakukan cuma satu orang polisi, misalnya, tapi kalau satu itu mereka(polisi)lagi bersama-sama, ada komandannya, ada yang motret aksi tersebut lagi, maka menjadi makin sulit untuk memisahkan antara oknum dan institusi,” katanya tegas.(AlDP/Tim).