Fredrik Sokoi: Harus Ada Komunikasi Antara Mahasiswa dan Pihak Kemanan.

Fredrik Sokoi: Harus Ada Komunikasi Antara Mahasiswa dan Pihak Kemanan.

Jayapura– “Dari subtansinya para pendemo, pihak lembaga setuju terkait bagian-bagian dari Otsus plus yang perlu dibicarakan  terkait konstruksinya yang telah dibuat oleh cendikiawan  yang tidak melibatkan stakeholder dalam membahas keberadaan Otsus plus,” kata Pembantu Rektor III Uncen Fredik Sokoy, Selasa 11/03/2014 di Uncen.

Menurutnya, gagasan yang hendak disampaikan, setidaknya harus diketahui oleh kedua belah pihak yakni pihak Gempar dan pihak keamanan mengenai aksi demo yang ingin disampaikan  kepada pihak pemerintah Papua.” Sehingga, masing-masing harus mengetahui tujuannya  apa, maksud dari demo ini apa dan ditujukan kepada siapa”.

“Namun dari semuanya tentu ada mekanismenya terkait undang-undang yang mengatur tentang perijinan sebuah demontrasi. Sehingga, kedepannya mahasiswa dapat menyampaikan gagasan itu, melalui mekanisme yang diatur, ketika ada kebuntuan, misalnya pihak keamanan  meminta demo ini harus terorganisir, pola pengorganisasian seperti apa itu yang harus diterjemahkan oleh mahasiswa,” lanjutnya

“Hal yang berikutnya,  substansi lebih penting daripada prosedur maksudnya, kalau aparat mengarahkan keamanan demi kepentingan publik itu demo disiapkan dan diarahkan dengan baik. Ketika diberikan kesempatan untuk bertemu dengan Gubernur. “Kita harus tunjukkan bahwa kita orang berbudaya dan berwibawa, jangan dengan cara jalan sambil merusak fasilitas umum lainnnya,””kata Sokoi.

Sokoi juga mengatakan, “bagaimana isu yang disampaikan itu, dilakukan melalui cara-cara yang humanis kepada pihak yang bertanggungjawab. (RM/AlDP)