Forkorus Menghadiri Pemakaman  Beatha Akim

Forkorus Menghadiri Pemakaman Beatha Akim

Jayapura.-Narapidana politik Kasus KRP III, Forkorus Yaboisembut diijinkan pihak Lembaga Permasyarakatan(Lapas) Klas II (A) Abepura keluar, guna menjenguk sang istri yang meninggal.

Forkorus Yaboisumbut mendapat kesempatan untuk menjenguk sang istri, setelah keluarga melayangkan surat permohonan ijin kunjungan duka yang diantar pada senin 24 februari. Beliau sendiri meminta untuk hadir pada hari pas istrinya mau dimakamkan, kami pengacara turut berkoordinasi dan mendampingi, kata Anum Siregar, Selasa 23/02/2014 di Kampung Sabron Yaru distrik Sentani Barat kabupaten Jayapura.

Forkorus berangkat dari Lapas Abepura, pukul 07:30 pagi mengunakan mobil Avanza warna hitam yang dikawal oleh dua petugas lapas Abepura dan didampingi pengacaranya, yakni, Anum Siregar (Aldp), Olga Hamadi (Kontras Papua) dan Gustaf Kawer dan tidak ketinggalan salah satu narapidana lainnya pada kasus yang sama yakni  Dominikus Sorabut.

Sekitar pukul 09:15 pagi, rombongan tiba dirumah duka yang terletak di kampung Sabron Distrik Sentani barat Kabupaten Jayapura.

Setibanya Forkorus di kampong Sabron, tampak  masyarakat sudah menunggunya termasuk pasukan Petapa(Penjaga Tanah Papua)  dengan berseragam, berbaris rapi dari jalan masuk sekitar lima ratus meter, hingga di halaman rumah duka.

Forkorus langsung ‘menyapa’ istrinya yang masih disemayamkan di ruang keluarga, dirinya berdoa dan berkata sambil menahan kesedihan. Kemudian tetap berada di dalam ruang tengah, sementara istrinya dipindahkan ke ruang tamu.

Dirinya memilih untuk tetap berada di ruang keluarga yang lebih tenang, dan tidak bergabung dengan para pelayat, Nampak beberapa orang yang ingin menyapanya, dating menghampirinya. Hingga jenazah istrinya akan diberangkatkan dengan mobil, barulah Forkorus keluar menghampiri salah satu mobil untuk mengikuti acara pemakaman.

Di rumah duka masyarakat dan orang yang melayat sudah memadati di sekitar rumah duka, diantara yang melayat tampak hadir Ketua Mamta/Tabi Sadrak Taime, Sekretaris DAP Welem Rumasep, perwakilan Pemda Kabupaten Jayapura dan Kapolres Jayapura. Termasuk rombongan para guru SD dan SMP sekitar Sabron dan Dosay.

Peti jenazah nyonya Beatha Akim Yaboisembt dibalut bendera Bintang Kejora, mulai dari dalam rumah hingga diturunkan ke liang lahat. Nampak rangkaian penghormatan militerpun dilakukan.

Berdasarkan informasi yang kami dapatkan, istri Forkorus , mama Beatha Akim Yaboisembut, meninggal karena sakit di usia (60) tahun. Sebelumnya, pada hari minggu mama  Beatha Akim Yaboisembut bersama keluarga besar Yaboisombut telah bersama-sama rapat membahas  pernikahan anak laki-lakinya yang direncanakan akan berlangsung pada 15 Mei mendatang.

Usai pertemuan itu, mama Beatha Akim Yaboisombut langsung merasa kesehatannya terganggu dan langsung pingsan tidak sadarkan diri. Melihat situasi itu, keluarga langsung membawa  mama Beatha Akim Yaboisombut ke Rumah Sakit Yowari Sentani, namun karena Rumah Sakit Yowari tidak terdapat dokter ahli saat itu, maka  keluarga membawa lagi ke rumah sakit Dian Harapan yang ternyata penuh. Kemudian keluarga membawa lagi ke rumah sakit  Bayangkara Kota Raja, disana juga penuh. Akhirnya keluarga membawa mama  Beatha Akim  Yaboisombut ke rumah Sakit Dok 2 Jayapura dan di Rumah Sakit Dok 2, nyonya Beatha Akim Yaboisembut menghembuskan nafas terakhir.

Jenazah diberangkatkan ke pemakaman kampung Sabron, para keluarga, kerabat dan masyarakat lainnya, turut serta termasuk kapolres Jayapura, hingga pemakaman berakhir. Setelah pemakaman, Forkorus Yaboisembut diantar kembali ke LP Abepura.(RM/AlDP)