Fasilitas Lapas Masih Terbatas

Fasilitas Lapas Masih Terbatas

Wamena – Kini Lapas Klas II B Wamena dihuni oleh 70 orang narapidana dan tahanan dengan jumlah petugas sekitar 30 orang. Jumlah petugas yang ada masih dirasakan kurang, apalagi untuk memenuhi standar pengamanan.

“Akibatnya dari empat menara pengawas yang ada, hanya dua yang dihuni oleh petugas. Selebihnya petugas melakukan pembinaan dalam sel maupun pada bengkel kerja,” jelas kepala Lapas Klas II B Wamena Daniel Rumsowek,S.Pd,saat ditemui ALDP di LP Wamena, pekan lalu, (15/05/2013).

Pihak Lapas juga berusaha untuk meningkatkan fasilitas LP agar penghuni dapat mengisi waktu luang mereka dengan kegiatan yang produktif. Salah satu contohnya adalah dengan unit usaha batu Tela.

“Meskipun kita masih cetak manual, tapi kami berharap ada penghuni yang mau terlibat aktif,” ujarnya.

Selain itu, di halaman Lapas yang luas terlihat juga kebun betatas dan sayuran. “Itu kebun napi, mereka tanam, sebagian besar dijual ke kami (Lapas) untuk bahan makanan, ada juga yang diberikan kepada keluarga,” jelas Kalapas.

Sarana olahraga yang tersedia adalah lapangan bola mini yang letaknya di belakang sel, hanya digunakan seadanya karena tidak ada fasilitas seperti bola, kadang banyak yang bermain sehingga bola yang ada tidak awet ataupun rusak karena tersangkut di tembok teralis.

“Ada ruang bulutangkis, letaknya di dalam aula pertemuan, biasanya ada juga yang datang main dari luar,” lanjutnya.

Sebagai kalapas defenitif yang baru dilantik pada tanggal 8 Mei 2013, Danie lRumsowek, S.Pd berharap ada dukungan dari pihak Ketiga, khususnya pemerintah provinsi dan kabupaten untuk menyediakan fasilitas bagi penghuni Lapas. (Tim/AlDP)