Fafanlap, Kampung Tua di Misool
Pasar Mama Di Abepura

Fafanlap, Kampung Tua di Misool

Raja Ampat – Fafanlap masih tetap asri. Kampung tua dengan ratusan jiwa itu terletak di pulau Misool, salah satu pulau besar di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat. Daerah pariwisata dunia itu memiliki empat pulau raksasa, Misool, Waigeo, Salawati dan Batanta.

Fafanlap sendiri ‘melahirkan’ sejumlah kampung, pecahannya seperti Yelu, Harapan Jaya, dan Usaha Jaya (masuk Distrik Misool Selatan). Dengan kondisi sederhana, warga Fafanlap hidup rukun dan bergotong royong.

Pulau di Raja Ampat disusun oleh batuan gamping yang begitu unik. Banyak pulau kecil, seperti ‘karang hidup’ mengelilingi pulau-pulau besar. Salah satunya Misool, yang dihuni warga muslim terbanyak mencapai lebih dari 8.000 orang

Komunitas muslim di Misool ada sejak abad XVI saat kekuasaan Kesultanan Tidore. Nama suku penghuni wilayah perkampungan pesisir kepulauan ini adalah Mat Low yang merujuk pada darah peranakan campuran dan pendatang. Laut menjadi sumber penghidupan masyarakat Mat Low. “Sebagai anak daerah, kami menjaga pulau dengan baik, kampung kami yang paling tua,” kata Abu Sapua, putera asli Misool.

Kawasan Misool terkenal dengan keindahan alam bawah laut. Puluhan jenis ikan dan terumbu karang menghiasi wilayah itu semakin mengagumkan. Tempat ini berdiri sejumlah resort yang ditinggali turis asing. “Ada banyak ikan, tapi karena masuk dalam wilayah konservasi, tak bisa mengambil dengan bebas,” ujar Abu.

Akulturasi di Misool berlangsung antara Islam dan budaya setempat. Sasi misalnya, tradisi larangan suku Mat Low untuk mengambil hasil laut dalam jangka waktu tertentu. Dalam tradisi adat sasi, samsom atau pohon sirih digunakan sebagai pertanda persembahan bagi para leluhur. Setiap permohonan selalu dipanjatkan secara Islami dengan Al Fatihah.

“Sebagian besar penduduk di Misool beragama muslim, namun ada satu pulau lain juga yang semuanya kristen, tapi itu tidak meruntuhkan semangat kebersamaan antara mereka,” kata Koordinator Humas dan Penjangkauan Conservation International (CI) Indonesia, Abraham Goram Gaman.

Misool direncanakan akan menjadi kabupaten baru, Raja Ampat Selatan. Jarak jangkauan pelayanan pemerintah ke wilayah itu yang sulit, begitu pula pembangunan Raja Ampat yang mengutamakan Waigeo, Salawati atau Batanta, membuat warga berkeinginan mendirikan pemerintahan sendiri. “Semua dimungkinkan tapi saya kira perlu kebijakan melihat pembangunan itu seperti apa,” kata Goram.

Akhirnya, meski diterpa berbagai masalah, Fafanlap masih seperti dulu. “Hanya ada sepuluh rumah, satu pustu yang berdiri disana, kami berharap tercipta pembangunan yang benar-benar menyentuh Fafanlap dan Misool, itu harapan kami,” ujar Abu. (02/ALDP)

  • http://misoolrajaampat ali oherenan

    sbnarxa bkn hanya puluhan jns ikan dan karang,ttapi lbh dr 500 jns ikan dan karang,,,ttpi krna orang2 yg tau tntang bwh laut yang mngaku2 dirixa bhwa mnjaga laut itu yang slh mmberi informasi

  • Sintia

    “Fafanlap island I wait 4 more years”
    🙂 sekalipun belum menginjak kaki di pulau yg satu ini, rasanya hati dan jiwa ini terasa terpanggil semenjak saya mendengar perkataan dari perwakilan AFKN raja Ampat Pak Alfaris Labagu pada president AFKN Ust. Fadlan Garamatan “Sintia, adalah perwakilan pulau fafanlap di raja ampat” tegas beliau. sekalipun sudah ditawari untuk pindah ke fak-fak, tinggal di Medan, Bekasi.. rasanya berat u/ menghapus rasa tanggung jawab u/ mengabdi sebongkah ilmu yg diberikan oleh yayasan AFKN untuk saudara-saudaraku di fafanlap.
    Mohon kerjasamanya, kami betah apabila warga setempat dapat menerima kami sekalipun kami bukan warga daerah tapi kami mau dan bersemangat untuk bersahabat. 😀