Berita

Enarotali Tidak Aman, Umat Tidak Bisa Beribadah

Masyarakat Paniai di Danau Aikae

Enarotali-“Akibat peristiwa kekerasan dan penembakan, masyarakat tidak bisa beribadah. Masyarakat mengalami ketakutan di jalan akan ditangkap, “demikian jelas wakil tokoh Agama Kingmi saat menghadiri pertemuan yang digelar DPRP bersama Pemda Paniai dan masyarakat di Eratorali.(3/09/2012)

Menurut Okto Pikey, perwakilan tokoh agama katholik, setidaknya ada sekitar 13 peristiwa aksi kekerasan sejak Juli 2011 yang menimbulkan keresahan masyarakat di Paniai.

“Sangat disayangkan meskipun ada tanda-tanda yang membuat umat resah dan ingin menyelematkan diri tapi semua pihak pada pasif.  Yang banyak bergerak agar daerah ini aman lebih banyak dipikirkan oleh Kapolres, “ Ujarnya.

Okto Pikey menegaskan bahwa yang terpenting adalah mengungkapkan pelaku agar dapat mengetahui persoalan yang menyebabkan memburuknya situasi keamanan.

“Jangan semua masalah dilemparkan ke Jhon Yogi tanpa ada bukti yang jelas, pihak gereja ingin kapolres mengungkapkan peristiwa dan pelakunya serta apa persoalannya”. Dirinya mengakui karena masyarakat resah dan takut maka gereja menjadi kosong.

Lanjutnya, “Gereja, sekolah dan kebun ditinggalkan, ternak dan kebun dirusak dan mereka harus memulai hidup yang baru. Masyarakat hancur tambah hancur, miskin tambah miskin”. Gereja sangat prihatin pada umatnya.

“Prinsipnya kami dari gereja sangat tidak membenarkan apabila oknum atau kelompok tertentu menggunakan kekerasan dalam menyelsaikan masalah. Apakah tidak ada cara lain?. Kekerasan tidak bisa diandalkan dalam menyelesaikan masalah, harus persuasive dan dialog, “katanya dengan bijak.

“Kalau pelakunya kelompok Jhon Yogi , apakah ada yang bersedia mengajak berkomunikasi dan tanyakan apa persoalan”.

Gereja mempertanyakan perintah untuk mengejar kelompok Jhon Yogi, “apakah itu menyelesaikan masalah?. Lalu bagaimana dampaknya dengan masyarakat berdasarkan pengalaman yang sudah terjadi. Hal ini mesti dipertimbangkan karena masyarakat banyak yang trauma dan menderita. Menjadi usaha kita bersama untuk menciptakan kenyamanan”.

Harapannya semua pihak harus menjadi teman kerja untuk menyelesaikan masalah.(Tim/AlDP).