Enam Kepala Kampung di Boven Digoel Belum Dilantik
Adi Muslimin , salah satu peserta forum Kajian Papua Tanah Damai-Merauke

Enam Kepala Kampung di Boven Digoel Belum Dilantik

Boven Digoel – Fabianus Sabi Senfahagi, Kepala Bidang Linmas Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat, Boven Digoel mengatakan, enam kepala kampung belum dilantik, adalah mereka yang bertugas jauh di pedalaman.

Diantaranya Kampung Wamel, Soukanggo, Domou, Nafini, Hamku dan Hello. “Pertanyaannya, ini ada apa? Kenapa sampai sekarang tarik ulur terus,” kata Fabianus, belum lama ini.

Menurutnya, tugas pemerintahan menjadi terhambat dengan belum adanya kepala kampung. Sementara dilain pihak, warga sangat butuh kehadiran aparat kampung untuk penyelesaian urusan administrasi. “Kalau berbicara masalah Boven Digoel, semua bermuara pada tiadanya bupati, seharusnya bupati segera diganti agar segala sesuatu tidak bermasalah,” ujarnya.

Ia menambahkan, penyelenggaran pemerintahan di daerah itu kacau balau. Semua tugas dibebankan pada seorang wakil. Sementara wakil bupati tak punya kewenangan penuh mengambil kebijakan. “Selalu harus berkoordinasi ke Jakarta, ke penjara tempat bupati ditahan, ia ada dibalik jeruji besi tapi masih bisa memerintah, ini aneh,” katanya lagi.

Soal kepala kampung, Fabianus berpendapat tidak selayaknya warga ditinggal tanpa pemimpin. “Ini seperti ayam kehilangan induknya, ada masalah di kampung, diselesaikan dengan cara adat, dimana kepalanya, belum ada,” ucapnya.

Sebagai garda terdepan pemerintahan, kepala kampung adalah ujung tombak Bupati ditingkat kampung. Sesuai Peraturan Pemerintah No. 72 Tahun 2005 tentang Pemerintahan Desa, tugas Kepala Kampung adalah menyelenggarakan urusan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan.

Kepala kampung juga berwenang memimpin penyelenggaraan pemerintahan berdasarkan kebijakan yang ditetapkan bersama Badan Perwakilan Desa (BPD). Kedua, mengajukan rancangan Peraturan Kampung, menetapkan Peraturan Kampung yang telah mendapat persetujuan bersama BPD, serta membina kehidupan masyarakat kampung. “Kepala kampung berfungsi pula membina perekonomian desa, termasuk mengoordinasikan pembangunan desa secara partisipatif,” kata Fabianus.

Baginya, tugas kepala kampung tersebut tidak maksimal di Boven Digoel. “Memang daerah ini baru dimekarkan, umurnya masih bayi, tapi tidak seharusnya kampung tanpa pemimpin, dimana mana, kampung selalu punya kepala,” katanya.

Ia menyarankan, agar pemerintah mengambil peran dengan segera melantik kepala kampung bagaimanapun caranya. “Jangan bikin masyarakat sendiri yang melantik pemimpin mereka, mau jadi apa Boven Digoel nanti,” pungkasnya. (02/ALDP)