Berita

Dua Tahun Raskin Tak Masuk Kibay

Kondisi Kampung Kibay, Distrik Arso Timur, Keerom

Keerom – Warga Kampung Kibay, Distrik Arso Timur, Kabupaten Keerom, dua tahun jauh dari raskin (Beras Miskin). Untuk makan sehari, warga menanam umbi umbian. “Ada beras, tapi jarang, ada ikan, sayur di kebun, itu makanan kita,” kata Frangky Psakor, Kepala Kampung Kibay, kemarin.

Menurut dia, dua tahun tak memperoleh raskin, tidak berpengaruh bagi warga. “Dulu kita pernah dapat, waktu itu ada setor uang ke distrik, tapi karena dua tahun ini masyarakat tidak bayar, jadi raskin tidak masuk kampung,” katanya.
Psakor mengatakan, warga tidak berharap bantuan raskin. “Kalau ada, ya syukur, tapi bilang masyarakat ini susah, mereka belum mengerti kalau mau dapat raskin, itu harus setor uang, bukan dapat gratis, biar sudah,” ujarnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi Kabupaten Keerom, Hulman Sitinjak menjelaskan, masih banyak warga kurang mampu tak mendapat jatah Raskin. “Kami harapkan Pemerintah Propinsi Papua bisa menambah Raskin di Keerom,” katanya.
Berdasar data tahun 2011, distribusi raskin ke 15.448 KK Rumah Tangga Miskin (RTM) di Keerom sebesar 2.780.680 Kg. Sementara raskin yang dialokasikan per bulannya sebanyak 231.720 kilogram. “Kibay hanya satu kali dapat raskin, jadi kalau kita mau makan nasi, kita beli beras di kios, mahal tapi tidak apa-apa,” kata Daud Boriam, warga Kibay.
Penduduk asli Kibay sebanyak 121 Kepala Keluarga. Mereka tersebar di beberapa kampung dan di Distrik Arso. Sementara yang tinggal di kampung Kibay sebanyak 42 KK atau 463 jiwa.
Kampung Kibay berbatasan dengan Schotohiao di bagian timur, salah satu Kampung perbatasan di Papua Nugini. Selanjutnya Kampung Wembi di bagian barat, Yetty di utara dan Kampung Ampas di bagian selatan. Luas Kibay mencapai 3 hektar.
Kibay artinya ‘anak pertama’. Orang Kibay berasal dari suku Manam. Suku besar ini mendiami Kibay, Kampung Wembi, Uskwar, Kriku dan Kampung Yetty di Distrik Arso Timur. (Tim/ALDP)