Tak Ada Upaya Hambat Pelayanan Medis Jafrai

Tak Ada Upaya Hambat Pelayanan Medis Jafrai

Jayapura-Dr.Ida selaku dokter pada polik LP Abepura mengatakan tidak ada upaya untuk menghambat pelayanan medis terhadap Jafrai Murib. Pihaknya berusaha untuk mempercepat setiap penanganan medis meskipun dengan keterbatasan fasilitas yang tersedia.

“Waktu itu sempat terhambat karena mobil cuma satu dan kami melakukan penanganan emergensi karena ada napi yang berkelahi dan kepalanya harus dijahit, jadi mobil dipakai,” jelasnya saat ditemui Anum Siregar SH,penasehat Hukum Jafrai Murib.(30/10/2012).

Dirinya mengatakan, “Seperti hari ini, meskipun besok baru berobat, kami sudah membuat rujukan dan pengantar ke petugas LP. Semuanya telah disiapkan karena kalau napi yang bermasalah dengan penyakitnya, kami juga yang akan lebih repot dan disalahkan”.

Dokter Ida juga mengakui sempat ditelepon oleh pihak Kanwil hukum dan HAM terkait pengaduan Jafrai melalui penasehat hukumnya.

Anum Siregar selaku Penasehat Hukum Jafrai mengatakan, “ itu bukan pengaduan tapi untuk saling berkoordinasi, kita tahu LP punya banyak kesulitan dan keterbatasan sehingga kita koordinasi untuk memperbaiki pelayanan medis yang dibutuhkan oleh penghuni LP”.

Menurut Dokter Ida, pihaknya telah berkoordinasi dengan ahli fisioterapi dan dokter syaraf di RSUD Dok II yang menyarankan agar fisioterapi Jafrai dilakukan satu kali saja dalam seminggu.

“Mereka mengatakan sudah ada perkembangan yang cukup baik buat Jafrai, selian fisioterapi dia disetrum beberapa kali lagi”.

Selain itu dirinya menyarankan satu penanganan baru untuk penyakit stroke yang ada di RS.Sutomo di Surabaya,” kalau memungkin dari segi biaya dan hal-hal lainnya saya sarankan berobat disana,” katanya.(Tim/AlDP).