Dongkrak Kehadiran Siswa, Sekolah Tidak Menggunakan Nilai Ujian Semester

Dongkrak Kehadiran Siswa, Sekolah Tidak Menggunakan Nilai Ujian Semester

Keerom-Untuk mengatasi tingkat kehadiran siswa yang sangat sangat kurang di sekolah, sejak tiga tahun lalu SMA YPPK Taruna Tegasa  memberlakukan peraturan dimana nilai ujian semester tidak lagi digunakan.

“Banyak siswa yang malas datang sekolah, tapi gilirannya ujian semester, kami juga sampai repot mengambil lagi kursi yang sudah disimpan di gudang, saking banyaknya peserta ujian” ujar Sr. Alexia Tamba , KSFL salah satu guru yang juga merangkap sebagai bendahara di sekolah itu kepada AlDP pekan lalu.

Dari situlah akhirnya pihak sekolah memberlakukan peraturan baru. Nilai yang dimasukkan ke raport merupakan nilai ujian harian, sedangkan nilai ujian semester sama sekali tidak digunakan. “Ujian semester kita punya itu hanya formalitas saja, untuk memenuhi peraturan” ujarnya lagi.

Jika sekolah lain menggunakan persentase nilai ujian harian dan ujian semester, sekolah ini 100% menggunakan nilai ujian harian. Karena peraturan baru ini, 27 orang siswa di sekolah ini sempat tidak naik kelas. Peraturan ini menurutnya sudah terbukti membawa dampak yang baik bagi tingkat kehadiran siswa di sekolah, juga membuat para guru menjadi lebih teliti dalam menghitung nilai ujian harian siswanya.  Laporan bulanan dari sekolah ini sendiri menunjukkan bahwa, untuk bulan Maret 2012 persentase ketidakhadiran siswa di sekolah ini mencapai 14%, selisih sedikit  dengan persentase ketidakhadiran guru yang mencapai 9,6%.

Karena terbukti membawa dampak yang baik, peraturan di sekolah ini diikuti juga oleh SMP YPPK Taruna Tegasa yang juga berada satu kompleks sekolah. SMP YPPK Taruna Tegasa baru mulai memberlakukan peraturan baru ini di tahun ajaran 2011/2012.

SMA YPPK Taruna Tegasa merupakan sekolah yang sudah cukup lama berada di Keerom. Sekolah ini  berdiri pada 21 Agustus 1974 dan hingga saat ini memiliki  164 siswa dan 25 orang guru dan pegawai.(01/AlDP)