Distrik Tidak Diberikan Kewenangan
Salah satu Masyarakat Enarotali dalam Pertemuan dengan DPRP

Distrik Tidak Diberikan Kewenangan

Supiori – Kepala distrik Supiori Barat Fredriek E.L.Rumainum S.IP membenarkan kesulitan rumah dinas yang dialami oleh petugas kesehatan dan petugas pendidikan di distriknya.(22/06/2012)

Katanya, ”kami sudah menyurat ke dinas pertanian, perikanan dan kehutanan agar rumah-rumah petugas mereka yang tidak dipakai, bisa dipinjamkan untuk tenaga medis dan guru daripada dibiarkan kosong dan ditumbuhi rumput, tapi tidak dikasih”. Rumah dinas yang banyak kosong akhirnya rusak karena tidak ditempati, tidak ada yang rawat.

Selanjutnya, ia prihatin dengan penyelenggaraan pemerintahan di distriknya, Sepertinya kepala distrik tidak dihargai. “Dinas-dinas dan proyek yang masuk di kampung sini tidak berkoordinasi dengan saya. Nanti kalau ada masalah baru saya diminta turun selesaikan seperti pemalangan oleh masyarakat, kepala distrik jadi tameng”.

Ada beberapa perkerjaan di wilayah distrik tapi distrik tidak diserahi kewenangan. Misalnya terhadap kondisi ja]lan yang rusak saat memasuki distriknya. “ Nanti distrik disalahkan padahal yang diberikan kewenangan untuk merawat jalan ya PU, dana ada pada PU,” katanya.

Demikian juga untuk pelayanan ke fakir miskin, distrik tidak diserahi kewenangan karena ada pada dinas sosial. Akibatnya di distrik seperti tidak ada pekerjaan, pegawai distrik lebih banyak menjalankan fungsi administrasi. Hal itu yang kadang membuat orang malas bekerja ke distrik.

Keluhan lainnya adalah kantor dan rumah distrik sering tergenang saat hujan. Kantor distrik sendiri sudah perlu direhab karena sudah dibangun sejak tahun 1990, kantor distrik lama pada saat Supiori masih bergabung dengan Kab Biak.

Di hari jumat itu, kepala distrik terlihat santai. Menurut beberapa warga, kepada distrik Supiori Barat ini termasuk paling rajin stand by di tempat. Meskipun hanya menggunakan motor pribadinya karena mobil dinas distrik tidak dikembalikan oleh kepala distrik sebelumnya.(Tim/AlDP).