Direktur ALDP: Harus Ada Pertanggungjawaban, Dari 29 Dosen Uncen Yang Terlibat Dalam Draf Otsus Plus

Direktur ALDP: Harus Ada Pertanggungjawaban, Dari 29 Dosen Uncen Yang Terlibat Dalam Draf Otsus Plus

Jayapura-Tim pembuat draf Otsus plus yang melibatkan sekitar 29 Dosen Uncen guna memenuhi kebijakan gubernur Papua, kenyataanya mendapat ceceran pertanyaan dari masyarakat dan mahasiswa, “Ucap Direktur AlDP Latifah Anum Siregar, (13/11/2013) di Padang Bulan, Jayapura..

“Terhadap pertanyaan dari masyarakat dan mahasiswa ini, setidaknya akademisi yang terlibat harus memberikan kejelasan terkait keterlibatan mereka dalam membuat draft Otsus plus. Mereka harus membuktikan ada relevansi akademis dari keterlibatan mereka. Jangan menyusunnya diam-diam dan tidak ada transparansi mengenai materi dan argumentasi  ilmiah juga empirik dari isi draft tersebut”.

Jelasnya, “Dalam membuat sebuah draft, apalagi draft Otsus plus yang hasilnya  menjadi pedoman utama di Papua, dikatakan untuk kemajuan , kesejahteraan masyarakat, hak-hak masyarakat akan terpenuhi, akan ada keadilan dll. Sehingga harus didahului dengan melakukan kajian-kajian ilmiah dan empirik , guna mendapat draft yang berpihak kepada masyarakat”.

“Sebaiknya para akademisi juga menjelaskan apa yang menjadi kekurangan dari Otsus yang sekarang masih diimplemtasikan. Jangan nanti diperjalanannya mereka ikut membuat makin tidak jelas, seperti di Otsus yang sekarang, mereka terlibat dan tidak juga mau menjelaskan ke publik. Sebagian kegagalan Otsus dapat diindikasikan karena mereka(akademisi)”.

Menurutnya, para dosen Uncen yang terlibat, harus mengilhami dan memaknai apa itu Tridharma Perguruan Tinggi.

” Kita tahu bersama, Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat adalah janji dan cita-cita akademisi sehingga jangan mencederai intelektualitas mereka sendiri. Jadi, mengabdinya kepada masyarakat, bukan mengabdi kepada penguasa dengan mencederai intelektualiasnya saat terlibat menyusun draft otsus plus,”Ungkapnya.(RM/AlDP)