Dialog Tidak Boleh Ditunda

Ketua Komisi I DPR-RI saat memberikan Pengantar dalam pertemuan dengan Kelompok masyarakat di Jayapura

Jayapura- “Kami berterimakasih diberikan kesempatan menyimak berbagai pandangan yang telah disampaikan secara jelas dan tegas dengan satu spririt yang sama yakni dialog adalah jalan untuk mencapai solusi komprehensif dan tidak boleh lagi ditunda,” Ujar ketua Komisi I DPRP RI saat merespon pandangan dari berbagai peserta pertemuan(08/06/2012).

Drs.Mahfudz Siddiq.M.Si sependapat bahwa dialog harus menjadi keputusan pemerintah secara offsial dan bukan menjadi keputusan perorangan. ‘Ini akan menjadi ‘peer’ utama yang akan kami tindaklanjuti,” tegasnya.

Beberapa kali Drs. Mahfudz Siddig. M.Si bergantian menggunakan kata ‘dialog dan komunikasi konstruktif’. Katanya, “masih ada 2 istilah ini  jadi masih saya gunakan, yang terpenting harus didekatkan dan dikristalkan, ini akan didorong oleh keputusan pemerintah secara resmi”.

Lanjutnya, “kami berharap agar pertemuan ini bisa menjadi jembatan agar kami mendapatkan perkembangan mengenai Dialog dan kondisi masyarakat Papua yang sesungguhnya.

Tujuan, format, agenda dan mekanisme dialog harus dirumuskan baik. Harus ada konsolidasi untuk mendapatkan yang lebih maju. Komisi I DPRP RI tetap merespon tapi bukan memberikan jawaban. “Sama halnya saat tahun 2009 kita bahas dialog ditempat ini dan ada langkah maju. Kita kerja saja sampai matang, soal memanen kalau ada buah yang masak, mungkin kita, mungkin anak cucu kita,” katanya berfilosofi.

Lili Wahid anggota Komisi I DPR RI yang juga adik dari KH.Abduracham Wahid mengatakan yang duduk di kursi ini sepakat cuma satu,” Kita dukung dialog dan akan proaktif karena pemerintah sendiri belum jelas. Kalau teman – teman di sini konsisten maka tugas kita adalah mengawal ini agar terlaksana”.

Anggota Komisi I lainnya Mutia Hafid mengatakan, ”Gagasan dialog sudah berjalan 2 tahun maka kita harus kawal, terima kasih juga kami sudah diingatkan kembali”.(Tim/AlDP).