Dialog Jakarta Papua Pada Tahap Perumusan Format

Dialog Jakarta Papua Pada Tahap Perumusan Format

Forum Kajian Papua Tanah Damai di Kota Sorong

Sorong – Dr. Muridan Satrio Widjojo, salah satu Koordinator Jaringan Damai Papua (JDP) mengatakan, gagasan dialog Jakarta Papua telah menjadi salah satu rekomendasi dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia saat melakukan penelitian intensif tentang masalah Papua sejak 2004 hingga 2009. Gagasan tersebut merupakan salah satu simpulan dari pendapat berbagai narasumber.

“Gagasan dialog telah mendapatkan dukungan dari pemerintah,” katanya dalam acara Forum Kajian Indikator Papua Tanah Damai yang diprakarsai oleh Aliansi Demokrasi untuk Papua, Sabtu lalu (6/10). Dukungan pemerintah itu terbukti saat kehadiran Menkopolhukam saat Konferensi Perdamaian Tanah Papua (KPP) pada tahun lalu.

Muridan mengatakan, JDP secara intensif mengkampanyekan dialog dari tahun 2009. JDP mencoba memberikan pengertian agar orang mendukung Dialog. “Tidak hanya dukungan pemerintah tapi juga masyarakat sehingga berbagai respon tidak saja datang dari satu pihak.”

Menurutnya, kini orang tidak lagi berdebat soal gagasan dialog seperti apa, tapi sudah pada tahap merumuskan format dialog. JDP sendiri telah menyiapkan satu tawaran normatif dialog melalui buku Dialog. “Namun  seperti apa persisnya sangat tergantung pada kesepakatan para pihak,” ucapnya.

Tugas JDP sebagai fasilitator yakni untuk menjembatani kepentingan dan pemahaman bersama dari berbagai pihak. “Kami ibarat jembatan untuk dilewati dan diinjak-injak untuk membantu hubungan yang terputus. Orang lain juga bisa menggunakan jembatan yang lain , kami hanya membantu membangun jembatan,” katanya lagi.

Muridan berharap Kajian Indikator Papua tanah Damai yang dilakukan di Kota Sorong dengan mengundang berbagai tokoh Paguyuban dan komponen ‘pendatang’ lainnya atau komunitas strategis,  dapat berjalan baik dan memperkaya konsep Indikator Papua tanah damai hasil KPP. (Tim/AlDP)