Berita

Dialog Jakarta Papua Butuh Niat Baik Pemerintah

Dialog Jakarta Papua

Jayapura – Muridan Satrio Widjojo, pimpinan Jaringan Damai Papua mengatakan, dialog Jakarta – Papua dapat terlaksana apabila ada niat baik dari pemerintah membahas berbagai masalah. Dialog perlu rencana yang matang dan tidak perlu tergesa-gesa.

“Bagi JDP, untuk menuju sebuah dialog yang besar, harus ada dialog yang kecil-kecil dulu, tidak mungkin langsung menuju pada sesuatu yang besar seperti yang terjadi di Aceh,” kata Muridan saat ditemui di Jayapura, kemarin.

Menurutnya, warga Papua menginginkan terselenggaranya dialog. Sayangnya niat itu belum mendapat respon pemerintah yang memandang dialog dapat mengancam keutuhan wilayah. “Pemerintah kan melihat, jangan sampai dialog itu ujung-ujungnya referendum. Kami dari JDP terus bekerja untuk menjelaskan apa maksud dan tujuan dari dialog, memang perlu ada jaminan bagi kedua belah pihak bertemu,” kata Muridan.

Ia mengatakan, JDP sementara bekerja mempersiapkan dialog. Kendati demikian, ia sangsi dialog terlaksana dalam waktu dekat. “Kami bekerja, bertemu dengan banyak orang dan menjelaskan pada mereka satu persatu. Untuk dua tahun ini, mungkin tidak, karena ada agenda pemilu dan sebagainya, tapi untuk menuju pada dialog yang besar, semua harus terencana dan matang,” ucapnya.

Muridan sependapat dialog melibatkan Organisasi Papua Merdeka. “Dan pendekatan itu sementara dilakukan, tidak bisa semua yang kita kerjakan di publish. Jika dialog ini untuk orang Papua ke depan, pasti semua mendukung.”

Menko Polhukam Djoko Suyanto menuturkan perlu ada mekanisme untuk berdialog. Dialog tidak harus formal. “Dialog harus ada satu kesamaan pandangan, format dialog itu juga seperti apa, dialog itu bukan dalam bentuk besar-besar, tapi penting ada komunikasi konstruktif,” ujarnya.

Djoko menambahkan, kerap dialog sulit diwujudkan karena beragamnya suku dan segmentasi di Papua. “Kalau mau mengumpulkan segmentasi masyarakat, itu tidak mudah, sehingga disini perlu adanya agenda,” ucapnya.

Dialog Papua digagas oleh Jaringan Damai Papua yang dipimpin oleh Pastur Neles Tebay dan Muridan Widjojo dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Dialog akan membicarakan masalah kesejahteraan serta hak-hak dasar orang Papua. (02/ALDP)