Di Pulau Ram, Guru Datang Murid Pulang

Bangunan SD N 5 Pulau Ram, Kota Sorong

Sorong– Proses belajar mengajar di Pulau Ram, Distrik Sorong Kepulauan, Kota Sorong, Papua Barat, tak berjalan normal. Hampir tiga bulan, guru jarang berada di tempat. “Pendidikan setengah hati. Sudah beberapa waktu ini, guru datang terlambat, siang datang, anak sudah pulang,” kata Yakonias Womsiwor, warga Pulau Ram, pekan lalu.

Ia mengatakan, anak didik menjadi bosan belajar. “Padahal mereka butuh. Anak hanya ke sekolah untuk bermain, setelah itu, mereka pulang. Kalau begini, kapan pendidikan mau maju,” ujarnya. “Guru semua tinggal di kota, bagaimana mereka bisa mengajar dengan tiap hari bolak balik,” tambahnya.

Jaliya, guru SD Negeri 5 Pulau Ram mangatakan, kondisi kekurangan guru menyebabkan aktivitas belajar tersendat. SD Pulau Ram mempunyai puluhan siswa dengan enam rombongan belajar. “Murid dua tiga bulan satu kali masuk. Kalau guru rata-rata tinggal di kota. Guru selalu datang. Tapi menjelang semester ini, mereka jarang masuk,” ujarnya.

Ia menambahkan, guru ‘malas’ ke sekolah karena tidak ada transportasi. “Saya lima tahun menetap disini. Saya dari Ternate. Ada enam guru mengajar. Kepala sekolahnya sudah ditarik kembali. Dalam beberapa bulan ini proses belajar mengajar tidak berjalan normal. Masalahnya tidak ada transportasi dari kota ke Pulau Buaya,” paparnya.

Guru kalau mau ke Pulau Buaya, numpang di perahu masyarakat. “Kalau ada bapak-bapak pergi jual ikan ke kota, itu baru kita ikut. Tapi kalau mereka mau dibayar, tidak mau juga. Guru sangat berharap ada angkutan. Guru kalau mau tinggal disini, tidak ada perumahan. Saya sendiri tinggal di rumah penjaga sekolah,” katanya.

Ia menyarankan agar dinas terkait meninjau permasalahan guru di Pulau Ram. “Kalau dibiarkan begitu, ya tidak bisa. Tapi dari lulusan kemarin, semua seratus persen lulus,” pungkasnya.

Pulau Ram hanya memiliki sebuah Sekolah Dasar. Luasnya sekitar 50 x 50 meter. Terdapat dua bangunan sekolah. Bangunan lama dengan tiga ruang dan bangunan baru enam ruang. Sekolah tersebut terletak di tengah kampung. “Kita tidak punya rumah guru, kepala sekolah juga tidak berada ditempat, mungkin di kota,” ujarnya lagi. (Tim/ALDP)