Di Oksibil, SKPD Masih Bertindak Lambat

Di Oksibil, SKPD Masih Bertindak Lambat

Pegunungan Bintang

Oksibil – Pegunungan Bintang merupakan salah satu kabupaten di Papua yang dimekarkan pada tahun 2006. Sebagai kabupaten yang hanya dapat ditempuh melalui transportasi udara, Pegunungan Bintang termasuk daerah yang maju pesat.

“Kalau dilihat dari infrastruktur yang ada, sangat lengkap,” ujar Benny, tokoh masyarakat dan aktifis Jaringan Damai Papua (JDP) di Oksibil. Jumat kemarin.

Meski demikian, kata Benny, pembangunan manusia belum banyak disentuh, apalagi berubah. “Hal ini bisa saja disebabkan karena luas wilayah Pengunungan Bintang, sehingga sangat memerlukan sarana transportasi,” ujarnya.

Di Pengunungan Bintang, terdapat 63 unit lapangan terbang. 3 lapter milik pemerintah (Oksibil, Batom dan Kiwirok), sedangkan 60 lainnya merupakan lapter swasta. Sayangnya, pesawat yang mau menyediakan rute pada daerah tersebut masih sangat kurang.

Untuk sampai ke Oksibil ibukota Pegunungan Bintang, satu-satunya transportasi yang digunakan yakni pesawat perintis atau penerbangan swasta (berpenumpang 6-10 orang). Jarak tempuh 60 menit dengan tiket yang variatif, Rp.800 ribu – Rp1.400 ribu, “Kalau turun ke Jayapura lebih murah,” ujar Benny.

Di daerah pegunungan itu, pemerintah setempat juga melakukan kerjasama dengan perusahaan penerbangan seperti AMA (Associated Mission Aviation), yaitu dengan memberikan deposit agar AMA dapat melayani kebutuhan masyarakat yang sifatnya emergensi. Misalnya rujukan orang sakit ke Jayapura.

“Nah, bagaimana sikap SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) yang jelas dalam menjalankan program pemerintahannya, itu yang penting,” tambah Tony Oktemka, tokoh adat dan penggerak sosial di Oksibil.

Menurut Tony, kebijakan dan sikap bupati sudah cukup bagus. Dibuat pemerataan pembangunan.  Namun sayangnya, pelaksana dibawah seringkali bertindak lambat.

“Harus ditekan dan dipaksa oleh Bupati baru mereka bisa bergerak,” katanya lagi. Oleh karena itu banyak warga yang langsung ke bupati untuk menyampaikan permasalahan dan kebutuhan mereka.

Pengunungan Bintang berpenduduk 100.686 jiwa berdasarkan sensus tahun 2010. Didiami oleh suku Ngalum sebagai suku terbesar. Rata-rata mata pencaharian warga adalah bercocok tanam juga perikanan. Terdiri dari 34 distrik dengan 277 kampung. (Tim/AlDP)

 

  • timilestelenggen

    kami mau itu name airgi abua nagalo nogoba inabua

  • http://telengen timiles telenggen

    apa kabar dan perkembangan tanan papua , itu lah kami untuk mebahaskan…