Demius Kulua : Menolak Guru Pengajar Dari Luar Papua

Demius Kulua : Menolak Guru Pengajar Dari Luar Papua

Jayapura-Selama ini yang terjadi di wilayah Pemerintahan Kabupaten Puncak dalam segi pendidikan, guru-guru pengajar selalu didatangkan dari luar papua. Dikontrak sebagai guru pengajar mulai dari Sekolah Dasar (SD), Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) dan Sekolah Menengah Umum (SMU). Dalam pelaksanaannya, tidak menjalankan tugasnya sebagai pengajar dan pendidik anak-anak di kabupaten Puncak, ” Ucap ketua Komisi C DPR Kabupaten Puncak Demius Kulua di Asrama Mimika Perumnas 1 Waena 11/10/2013.

Menurutnya, guru-guru yang didatangkan dari luar langsung terikat kontrak untuk mengajar selama 1 sampai 2 tahun. Pemerintah sebelumnya tidak melakukan  uji kelayakan atau masa percobaan, misalnya dalam waktu 3 bulan atau 6 bulan untuk menilai komitmen(kesetiaan) sebagai  guru kontrak yang menjalankan tugas di daerah pedalaman.

Lanjutnya, “Tenaga guru pengajar di Papua ada, mengapa harus mengambil yang dari luar Papua? yang tidak mengetahui geografis Papua, sulit menerima perbedaan budaya dan karakter suku-suku di papua. Membuat mereka lari dari tugas, memilih tinggal di kota-kota kabupaten lain”.

Harap dan pintanya ke pemerintah kabupaten Puncak, agar untuk tahun ajaran baru, tahun 2014, pemerintah kabupaten Puncak mengidentifikasi dan mellihat potensi guru yang sudah ada di papua.

“Mereka telah menyelesaikan studinya di kampus-kampus di Papua dengan menyandang Gelar S.Pd, agar diberikan kesempatan kepada mereka untuk mendidik dan mengabdikan diri mereka di kabupaten puncak, demi meningkatkan kualitas dasar pengetahuan anak-anak di kabupaten Puncak”.

“Ketika guru itu berasal dari dalam Papua sendiri, ia mudah untuk beradaptasi, guna mendekatkan diri kepada anak didiknya, orang tua murid dan masyarakat secara umum dalam wilayah tugasnya,” Ungkapnya.(RM/AlDP)