Berita

Demi Keamanan Sekolah Terpaksa Dipindahkan

Mimika – Distrik Kwamki Narama atau masyarakat lebih akrab menyebutnya Kwamki Lama merupakan tempat yang selama ini menjadi daerah merah atau tempat dimana sering terjadi konflik antar suku. Kondisi ini kemudian menjadi stigma negative dan berdampak buruk disektor pendidikan.
Berdasarkan hasil liputan tim AIDP di lapangan dan mendapat penjelasan dari warga setempat bahwa di Kwamki Lama sering dan hampir tiap tahunnya terjadi perang suku.Menurut mereka perang suku sudah menjadi tradisi yang dilakukan oleh beberapa suku, tetapi perang suku bukan tanpa sebab.
Penyebab yang sering memicu konflik antar suku biasanya adalah karena ada perselingkuhan, perkelahian antar pemuda sehingga memicu konflik yang lebih besar yakni perang antar suku. Namun warga menganggap perang suku yang terjadi di Kwamki Lama adalah hal yang biasa.
Kenyataannya ada perbedaan pandangan diantara masyarakat setempat dan  pemerintah. Konflik yang sering terjadi di Kwamki Lama justru menjadi stigma yang negative dan menghambat pembangunan seperti beberapa sarana umum yang rusak diantaranya adalah sekolah yang ada di Kwamki Lama terpaksa harus dipindahkan dengan pertimbangan tidak ada jaminan keamanan untuk pihak sekolah.
Sebelumnya,untuk menjawab kebutuhan akan pendidikan,Yayasan YPPGI mendirikan SMA di Kwamki Lama pada Tahun 2004. “Kami dari Yayasan YPPGI berpikir untuk membangun sekolah dan untuk menjawab kebutuhan kita punya umat yang secara rohani sudah dibina, tetapi belum ada sekolah di sana,”terang kepala SMA YPPGI Shem Pigai di ruang kerjanya.
Menurutnya bahwa SMA YPPGI satu-satunya sekolah yang dibangun di Kwamki Lama namun hanya bertahan sekitar 2 tahun yakni tahun 2004 sampai 2006. Ketika konflik terus terjadi hampir tiap tahun kemudian pihak yayasan memutuskan untuk memindahkan sekolah. “Karena situasi keamanan dan situai politik kami pindah ke distrik Mimika Baru,” terangnya lagi.(16/04/2012). Sebelum sekolah YPPGI dibangun permanen di Disitrik Mimika Baru SMA YPPGI menumpang disekolah STT dan kemudian pindah lagi ke di gereja Kigmi Bahtra.
Awalnya ketika masih di Kwamki Lama jumlah murid yang berasal dari Kwamki Lama mencapai 60% dan dari sekitar Timika 40%. Namun setelah sekolah dipindahkan justru murid dari sekitar Timika yang melonjak sekitar 70% dan dari Kwamki Lama sekitar 30%. Hal ini semakin membuktikan,dampak dari konflik di sekitar Kwamki Lama, banyak anak dari Distrik Kwamki Lama tidak bersekolah lagi dan tidak memiliki aktivitas yang jelas(menganggur).
Perlu diketahui bahwa Yayasan YPPGI terdiri dari gabungan gereja Baptis, Kingmi, GPKAI, gereja Protestan dan Katholik. Sekitar akhir Tahun 2008 pihak yayasan kemudian membeli tanah di wilayah Ditrik Mimika Baru dan pada akhir tahun 2009 baru bisa dipakai dan itu bantuan dari pemda beserta kursi dan meja. Jumlah murid 126 orang dan guru berjumlah 18 orang dengan rincian ada 6 orang berstatus Pegawai Negeri, 2 orang Tata Usaha dan selebihnya guru kontrak. (Tim/AIDP).