Delapan Kampung di Muting Minim Petugas Medis

Filed under: Pilihan |

Merauke – Delapan kampung di Distrik Muting, Merauke, minim petugas medis. Hanya ada dua bidan bertugas di pesisir kali, Kampung Wan dan Selow, sementara dua bidan lainnya melayani di Kampung transmigrasi, Seed Agung dan Afkap Makmur.

“Tidak ada petugas, di kampung semua serba terbatas. Jangan tanya soal sarana prasarana kesehatan, jelas itu sangat minim,” kata Ma’rifatul Ula, Dokter Puskesmas Muting, baru-baru ini.

Ia mengatakan, kampung di Muting saling berjauhan. “Saya prihatin, padahal di Selow, penduduknya sangat banyak, ada tujuh ratus kepala keluarga, tapi disana hanya ada dua bidan. Lima kampung bahkan tidak ada petugas yaitu Selil, Kindiki, Pahas, Boha dan Kolam,” ujarnya.

Wilayah kerja Puskesmas Muting hingga ke Distrik Ulilin. Luas daerah pelayanan yang begitu besar, membuat petugas tak mampu mengkover seluruhnya. “Kadang kita turun ke kampung, dua minggu atau tiga minggu sekali, tenaga kita sangat terbatas, padahal mereka disana sangat membutuhkan,” ucapnya.

Ia tak memungkiri akibat kekurangan petugas, ada warga tak terlayani. “Kita di Puskesmas hanya ada sepuluh tenaga, mana mungkin bisa melayani ribuan dalam waktu sehari, jadi kalau sudah ke kampung, kita langsung fokus, kalau ada warga sakit, kita langsung memberi perobatan penuh,” katanya lagi.

Kepala Dinas Kesehatan Merauke Stefanus Osok menuturkan, untuk mengisi kekurangan jumlah tenaga kesehatan di puskesmas dan puskesmas pembantu, setidaknya dibutuhkan tambahan 80 bidan dan 80 perawat.

Merauke saat ini memiliki sebanyak 219 bidan. 38 diantaranya bertugas di RSUD Merauke dan selebihnya tersebar di puskesmas dan puskesmas pembantu.

Sementara jumlah perawat sebesar 330 orang, 183 di RSUD Merauke dan sisanya ditempatkan di puskesmas. “Petugas yang ditempatkan di puskesmas atau puskesmas pembantu banyak juga yang meninggalkan tempat kerja. Ini jadi persoalan lagi,” kata Osok.

Ia mengatakan, dari 168 kampung di Merauke, seluruhnya sudah memiliki Puskesmas Pembantu, kecuali Kampung Wanggambi di pulau Kimaam. Meski demikian, masih ada sekitar 40 sampai 50 Pustu belum dioperasionalkan. “Untuk mengatasi itu, kita lakukan system rolling petugas. Dimana setiap petugas yang ada secara bergilir mengisi tempat-tempat yang kosong,” pungkasnya. (02/AlDP)

Share Button

One Response to Delapan Kampung di Muting Minim Petugas Medis

  1. Yang tinggalkan tempat tugas, pecat saja!!!

    Michael
    April 23, 2012 at 5:26 pm
    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


× 8 = 64

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>