Dana Bos Ditilep, Kepsek Hilang 9 Bulan

Anak Pulau Ram Sementara Bermain

Sorong – Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) SD Negeri 5 Pulau Ram, Distrik Sorong Kepulauan, Kota Sorong, Papua Barat, sebesar Rp50 juta, diduga telah diselewengkan.

Dana BOS dibutuhkan untuk kelancaran proses belajar mengajar. “Uang itu untuk anak-anak, tapi dibawa lari kepala sekolah, kepsek sudah korupsi dana BOS,” kata Festus Womsiwor, Ketua RW I/RT II Pulau Ram, pekan lalu sambil menyebut nama kepala Sekolah..

Ia mengatakan, selama beberapa tahun, tak pernah dana BOS disampaikan terbuka oleh kepala sekolah maupun pihak terkait. “Waktu itu kepsek bicara, kumpul semua administrasi untuk pencairan dana BOS, waktu dikumpul, kepsek bilang, uang sudah ada, tapi karena kesalahan administrasi, jadi berkas anak-anak harus diperbaiki, itu yang kami heran, bikin baik administrasi anak-anak sampai Sembilan bulan, uang hilang tanpa bekas,” ujarnya.

Ia menuding, dana BOS dipakai kepala sekolah untuk keperluan pribadi. “Untuk minum mabuk, kebetulan orangnya tukang mabuk, masak perbaiki administrasi sampai anak sekolah sudah mau lulus?” katanya lagi.

Festus meminta dinas terkait menyelesaikan penyelewengan dana BOS di Pulau Ram. “Saya lihat dinas juga ada dapat dari dana itu, jadi mereka tidak serius selesaikan persoalan, saya sudah lapor masalah ini ke pengawas sekolah tiga kali, tapi itu sudah, sudah ada permainan jadi malas cari tahu,” katanya lagi.

Dana BOS puluhan juta hilang sejak 2011. Festus menyayangkan tindakan kepala sekolah menyusahkan siswa sendiri. “Dia (Kepsek) itu anak saya, kami dari Biak sama-sama, dia makan uang BOS dan kemudian lari sampai detik sekarang, kalau ada polisi, silahkan tangkap dia,” kata Festus geram.

Jaliya, guru SD Ram mengaku tak tahu menahu perihal dana BOS. “Begitulah, guru kita tidak tahu. Yang tahu itu hanya kepala sekolah. Dia yang kerjakan sendiri. Bendaharanya juga tidak ada. Kita tidak tahu berapa dana BOS selama lima tahun ini,” kata Jaliya.

Proses belajar mengajar di SD Ram tanpa kepala sekolah. “Kepala sekolah ada, tapi tidak pernah datang, kurang tahu apa terkait dengan dana BOS, kami guru hanya mengajar, yang susun anggaran dan terima uang, itu kepala sekolah,” jelasnya. (Tim/ALDP)