Dana BK3 1 Milyar Selalu Menuai Kontroversi

Yuruf-Menurut kepala desa Yuruf,Cornelius Watae pembagian dana BK 3(Bantuan Keuangan Kepada kampung) belum dilakukan dengan baik. Sesuai janji Bupati Kab Keerom Yusuf  Wally dan Wakil Bupati Markum saat kampanye pilkada tahun 2010 yang akan memberikan dana 1 M/kampung/tahun(BK3) maka sejak awal tahun 2011 dana BK3 mulai mengalir ke setiap kampung.
Dana BK3 dikucurkan setiap triwulan sebesar Rp 250 juta.Adapun rincian penggunaannya,30% untuk aparatur di kampung, mulai dari kepala kampung/desa,Bamuskam,pengurus PKK,Posyandu hingga tokoh adat semua mendapatkan jatah,selebihnya 70% untuk pembangunan di kampung.
Hingga kini penggunaan dan pertanggungjawaban dana BK3 terus menjadi kontroversi.Menurut aparatur kampung dana tersebut tidak mencukupi untuk pembangunan kampung mereka.Apalagi dana tersebut turunnya tidak pasti dan pemerintah selalu’menunggak” sehingga tidak benar-benar 100% dalam satu tahun.
Sebagian masyarakat mengatakan tidak tahu dikemanakan penggunaannya. Ada juga yang mengatakan bahwa dana BK3,khususnya di beberapa kampung tidak digunakan untuk pembangunan,”Begitu datang,langsung masyarakat tunggu untuk dibagi-bagi,beberapa tokoh intelektual dari kampung yang bersangkutan kadang sudah menunggu dk kantor Bupati dan minta jatah juga,”Ujar sumber AlDP saat ditemui di Yuruf(07/04/2012).
Oleh pemerintah Kabupaten,dana BK3 dinilai sebagai dana yang menyeluruh untuk pembangunan satu kampung,”Kalau kami ajukan proposal lagi untuk minta keperluan lainnya seperti ke Dinas Koperasi,mereka bilang sudah ada dana BK3,”.Ujar Cornelius Watae kepala kampung Yuruf.
Padahal menurut Cornelius dana yang turun bertahap tersebut masih sangat kurang untuk menjawab semua kebutuhan masyarakat. Selain itu mekansime pelaporannya  berbelit-belit dan control dari pihak pendamping juga tidak ada.”Seingat kami pendamping hanya turun satu kali ke sini,di bawa pakai helikopter.Saya bilang kalau mau lihat yang baik,datang dengan mobil dan keliling ke setiap kampung,”jelasnya.
Bagi  mama –mama di kampung Yuruf, mereka tidak mengetahui penggunaan berbagai bantuan dana dari pemerintah. Merekapun hampir tidak pernah diajak bicara mengenai dana-dana tersebut.”Itu bos-bos di kampung yang urus,kami dengar ada uang tapi kami dengar saja,”kata mama Marthina Nabar warga kampung Yuruf.

Menurut mama Marthina,banyak masyarakat yang  berharap dana BK3 untuk membangun rumah mereka yang sudah tua dan tidak layak huni.”Rumah kami sudah seperti kandang,”Ujarnya lagi.(Tim/AlDP)