Buktar : Bukan Begitu Kejadian Sebenarnya

Buktar : Bukan Begitu Kejadian Sebenarnya

Buktar Tabuni

Jayapura-Pada sidang perdana Buktar Tabuni(18/07/2012) Penasehat Hukum Buktar memprotes isi Dakwaan Jaksa Penuntut Umum(JPU) yang mengatakan bahwa selama proses penyidikan di kepolisian Buktar tidak ditahan. JPU hanya menyebut masa penahanan Buktar yang dimulai pada tanggal 22 Juni 2012.Saat berkas Buktar dilimpahkan ke kejaksaan. Padahal sejak ditangkap tanggal 7 Juni 2012,Buktar sudah mendekam dalam Rutan polda Papua.

Atas protes penasehat hukumnya,Ketua Majelis hakim justru mempertanyakan keaktifan penasehat hukum saat mendampingi Buktar . “Silahkan tanya ke kepolisian,kalau keberatan silahkan pra peradilan,” kata Ketua Majelis Hakim.

Dalam dakwaan JPU Buktar dituduh melakukan pprovokasi(penghasutan) untuk melempar ruangan LP sehingga menyebabkan kaca nako pecah. Pihak penasehat hukum sepakat untuk tidak mengajukan eksepsi sehingga pada persidangan berikutnya langsung masuk ke pokok perkara dengan agenda pemeriksaan saksi. Pada Berita Acara Pemeriksaaan(BAP) terdapat 10 saksi yang akan diperiksa secara bergilir.

“Salah satu saksi adalah mantan kalapas LP Abepura, Drs, Sitindjak yang saat ini menjadi kalapas di Ambon sehingga kami memerlukan waktu untuk memanggil beliau,sedangkan saksi yang lain bisa kami hadirkan segera,” demikian penjelasan dari JPU.Tim Penasehat hukum Buktar meminta agar sidang bisa dipercepat sehingga dijadualkan sidang akan berlangsung seminggu 2 kali yakni pada hari senin dan jumat.

Sebelum Buktar meninggalkan ruang sidang, dia sempat berdiskusi dengan salah satu PH nya yakni Anum Siregar,katanya singkat “bukan begitu kejadian yang sebenarnya,” mengomentari isi Dakwaan JPU. Kemudian mereka terlibat pembicaraan. Wajah Buktar terlihat lebih kurus dan pucat,” tidak ada sinar matahari di sel,” katanya sambil tersenyum.

Kemudian petugas kejaksaan menjemput Buktar untuk membawanya kembali ke Rutan Polda Papua,tempat Buktar dititipkan oleh JPU.Terhitung 4 juli 2012, Buktar sudah menjadi tahanan Pengadilan negeri klas I A, ia kembali dititipkan oleh Majelis Hakim di rutan Polda Papua.

Selama ditahanan Polda Papua, Buktar tidak pernah diperiksa atas perkara yang dituduhkan kepadanya yakni pasal 170 ayat(1) KUHPidana serta pasal 406 Ayat(1) KUHPidana terkait peristiwa pengrusakan LP Abepura 3 desember 2010 saat itu Buktar masih berstatus sebagai narapidana. Buktar sempat dipindahkan ke Polda Papua kemudian menikmati kebebasannya saat berada di LP Narkoba Doyo Baru . Adapun alasan dia tidak diperiksa karena berkas perkaranya sudah lengkap di pihak JPU.(Tim/AlDP).