Berita

Buktar Akui Tolak Tandatangani BAP

Buchtar-Tabuni

Jayapura – Buktar Tabuni, Ketua Parlemen Nasional Papua kembali disidangkan di Pengadilan Negeri Klas IA Kota Jayapura, Kamis (13/09). Buchtar didakwa terlibat kasus perusakan Lembaga Pemasyarakatan Abepura, 3 Desember 2010.

Sidang dipimpin hakim ketua Haris Munandar dengan agenda pemeriksaan saksi. Seperti pada persidangan sebelumnya, Buchtar kembali menolak Berita Acara Pemeriksaan yang dibacakan. “Saya tidak tandatangani karena saya tolak,” kata Buktar.

Alasan menolak karena saat pemeriksaan lanjutan, Buktar diperiksa sebagaiTersangka. ” Waktu diperiksa sebagai saksi saya tandatangani, “”jelasnya. “Saya keberatan dijadikan Tersangka”.

Ia mengatakan, saat kejadian di Lapas Abepura, banyak orang mengamuk. “Ada banyak orang. Saya tidak tahu, waktu itu ada Komnas HAM datang, tapi mereka tidak terima,” ujarnya.

Buchtar tiba di Pengadilan Negeri menggunakan mobil tahanan. Menggunakan baju hijau loreng, pria kelahiran 10 Oktober 1979 itu memasuki ruang sidang sekitar pukul 11.45 wit. “Sidang akan dilanjutkan Senin minggu depan,” kata Munandar, hakim ketua.

Dalam dakwaannya, Buktar disebut bersama-sama Dominggus Pulalo pada Jumat 3 Desember 2010, sekitar pukul 17.30 wit, ikut dalam perusakan penjara Abepura.

Buktar juga dituduh mengambil batu dan melemparkannya ke aula dan kantor lembaga hingga mengenai kaca dan pecah. Akibat perbuatannya itu, ia dijerat pasal berlapis 170 KUHPidana mengenai tindakan kekerasan terhadap orang atau barang serta pasal 406 ayat 1 jo pasal 55 KUHPidana tentang penghasutan.

Sidang ditunda hingga tanggal 17 September 2012 dengan agenda pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum, tanggal 24 dijadualkan pembacaan Pembelaan oleh Penasehat Hukum dan setelah itu untuk pembacaan Putusan Majelis Hakim. (Tim/AlDP)