Buchtar Tabuni Divonis Delapan Bulan Penjara
Kaspar Ndiken

Buchtar Tabuni Divonis Delapan Bulan Penjara

Buchtar Tabuni di Pengadilan Negeri Klas IA Kota Jayapura

Jayapura – Ketua Parlemen Nasional Papua Barat, Buchtar Tabuni divonis delapan bulan penjara oleh Pengadilan Negeri Klas IA Kota Jayapura, Selasa (25/9). Buchtar dinyatakan bersalah dalam kasus perusakan Lembaga Pemasyarakatan Abepura, awal Desember 2010.

“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa selama delapan bulan penjara dipotong masa tahanan,” kata Haris Munandar, Hakim Ketua, Selasa.

Majelis hakim yang memeriksa perkara Buktar menolak Pledoi atau Pembelaan dari kuasa hukum terdakwa dan sependapat dengan Jaksa penuntut umum dimana buktar Tabuni terbukti melanggar pasal 170 KUHP sesuai tuntutan JPU

Dengan vonis delapan bulan, Buchtar tinggal menjalani masa hukuman sekitar lima bulan penjara setelah masa tahanan yang sudah dilalui sebelumnya. “Putusan tidak sesuai, kita tidak setuju,” kata Gustaf Kawer, penasehat hukum terdakwa.

Gustaf mengatakan, Buchtar dijerat dengan pasal 170 KUHPidana mengenai tindakan kekerasan terhadap orang atau barang yang dilakukan secara bersama-sama. “Nah, kata ‘bersama-sama’ ini tidak diperhatikan hakim, itu artinya, bukan Buchtar sendiri yang melakukan, tapi bersama orang lain, anehnya, hanya dia yang disidang,” ujarnya.

Menurut Gustaf, Hakim memutuskan perkara dengan penuh ragu dan tekanan. “Pasal 170 sanksi hukumnya diatas lima tahun, mengapa tidak dibebaskan sekaligus, mengapa harus diputuskan jauh dibawah, ini menunjukan hakim ragu-ragu,” ucapnya.

Sementara itu, kata Gustaf, dari lima saksi yang diajukan, seorang diantaranya telah mencabut Berita Acara Pemeriksaan di kepolisian. “Herannya, sudah dicabut, tapi BAP itu masih digunakan.”

Ia menambahkan, tak ada satu saksi pun yang dapat memastikan bahwa Buchtar telah memprovokasi massa merusak LP. “Hal ini berdasarkan fakta persidangan, sesuai keterangan saksi yang dihadirkan oleh JPU, kita berdasarkan fakta, bukan lain-lain,” kata Gustaf.

Buchtar disidang di Pengadilan Negeri Klas IA Kota Jayapura sejak 18 Juli 2012. Ia didakwa bersama-sama dengan Dominggus Pulalo pada Jumat 3 Desember 2010, sekitar pukul 17.30 wit, ikut dalam perusakan penjara Abepura. Buchtar mengambil batu dan melemparkannya ke aula dan kantor LP hingga mengenai kaca dan pecah. (JO/Jayapura)