Bripda Eko Akui Roby Ditembak Lebih dari Sekali

Roby Pekey PN WamenaWamena – Salah satu saksi yang dihadirkan oleh Termohon yakni Polres Jayawijaya adalah Bripda Eko Putra Wijaya Basri. Saksi ini mengakui bahwa dirinya bersama seorang rekannya yang melakukan pengejaran terhadap Roby Pekey usai mendengar teriakan dari seseorang yang mengatakan sebagai pemilik motor yang digunakan Roby.

Kesaksian Eko, mengatakan bahwa saat mengejar Roby, dirinya sempat menghubungi Polres Jayawijaya yang di Wamena. EKo juga menjelaskan bahwa sebelumnya telah berteriak memnita Roby berhenti. EKo akui bahwa suara motor yang dikendarai temannya jauh lebih besar dari suaranya saat berteriak

“Tembakan perigatan dilakukans ebanyak 4 kali, 2 peluru hampa dan 2 peluru karet tapi Roby tetap tidak berhenti,” jelasnya dihadapan Hakim Tunggal Ottow Siagian, SH yang memimpin sidang dan PH dari Termohon serta PH Pemohon yang merupakan tim koalisi untuk Perdamaian, Hukum dan HAM yang dikoordinir oleh Theo Hesegem.

Nampak hadir di meja PH Pemohon, masing-masing Anum Siregar SH MH, Simon Patiradjawane SH dan asisten advokat Welis Doga SH.

Saksi mengakui bahwa saksilah yang menembak pergelangan kaki sebelah kiri Roby dengan maksud melumpuhkan, agar Roby tidak lari lagi. Saat itu Roby melompat dari kendaraan yang dikendarai.

Saksi kemudian bersama rekannya Briptu Freddy Kawandoda mengamankan lokasi tempat jatuhnya Roby.

Saat itu saksi mendengar ada tembakan lagi yang dilakukan oleh aparat kepolisian yang ikut melakukan pengaman lokasi.

“Padahal wilayah itu sudah disterilkan dan hanya anggota polisi yang ada?”tanya Anum Siregar.(31/07/2015).

Awalnya saksi mengatakan bahwa tembakan berikutnya dikarenakan Roby akan melarikan diri.

“Saksi melihat kalau Roby akan melarikan diri?” Penasehat Hukum Roby kembali mengajukan pertanyaan.

Bripda Eko mengakui tidak melihat karena hanya mendengar bunyi tembakan.

Prosedur penembakan yang dilakukan oleh aparat Polres Jayawijaya menjadi salah satu sorotan saat praperadilan berlangsung. Sebelumnya pihak Polres Jayawijaya mengatakan Roby hanya ditembak sekali namun dari fakta persidangan Roby telah ditembak sebanyak 3(tiga) kali bahkan ada dugaan tembakan kedua dan ketiga dilakukan setelah Roby dilumpuhkan dan dalam penguasaan Polisi.(Tim/AlDP).