Boven Digoel Butuh Pejabat Bersih

Boven Digoel Butuh Pejabat Bersih

Bonafasius Konotigop

Boven Digoel – Staf Ahli Bidang Pemerintahan Kabupaten Boven Digoel, Bonefasius Konotigop mengatakan, untuk membangun daerah bersejarah itu, perlu pejabat bersih yang tidak terikat kasus korupsi.

“Daerah ini tidak akan maju kalau pejabat yang memimpin tidak bersih, artinya bebas dari hukum, korupsi, dekat dengan masyarakat dan bersih hati serta pikiran,” ujarnya kemarin.

Menurutnya, kondisi Boven Digoel saat ini tidak menentu. Pemerintahan berjalan ditempat dan pembangunan tersendat. “Kita mau membangun susah, semua harus koordinasi ke Jakarta, bupatinya dipenjara tapi masih bisa memimpin, itu unik di Boven,” ujarnya

Macetnya roda pemerintahan setelah bupati Yusak Yaluwo dipenjara atas kasus dugaan korupsi APBD dan dana otonomi khusus Boven Digoel tahun 2005-2007sebesar Rp45 miliar lebih pada tahun 2010.

Yusak dijerat Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan hukuman 4,5 tahun penjara. Meskipun telah divonis, Yusak tetap memerintah dari balik jeruji besi.

Ia dilantik oleh Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi pada 7 Maret 2011. Dihari yang sama, Yusak dinonaktifkan sebagai bupati. Penyalahgunaan wewenang terjadi ketika, Yusak yang dipenjara melantik pejabat Eselon II di Hotel Retob Jakarta. Ia sempat mengajukan kasasi namun ditolak Mahkamah Agung dengan surat bernomor 704 K/Pid. Sus/2011 tanggal 27 Januari 2012.

“Ini sudah menjadi akumulasi dari semua, kita hanya mau ada seorang anak asli yang menjadi sekertaris daerah, harus ada Sekda supaya pemerintahan dan birokrasi dapat berjalan kembali,” kata Fabianus Sabi Senfahagi, Tokoh Adat Suku Auyu.

Ia mengatakan, warga Boven saat ini merindukan seorang pemimpin yang dekat dengan masyarakat. “Kita berharap ada perhatian dari Propinsi terhadap masalah di daerah. Kalau mau tunggu, kapan lagi, sementara jabatan bupati yang dipenjara sekarang sudah mau berakhir, harus ada perubahan, kalau tidak, ancaman besar akan datang,” ucapnya.

Kabupaten Boven Digoel dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2002. hasil pemekaran dari Kabupaten Merauke. Selain Boven, dimekarkan secara bersamaan pula sejumlah kabupaten lain di bagian selatan, yakni Asmat dan Mappi. (02/ALDP)