Berita

BK3 di Kabupaten Keerom, 1 Milliar Setiap Kampung Hanya Nama

Waris-Baru saja pemerintah daerah Keerom merayakan genap satu tahunnya program BK3 tepatnya pada tanggal 22 Maret yang lalu. BK3 merupakan singkatan dari Bantuan Keuangan Kepada Kampung yang mulai dilaksanakan di Keerom sejak  tahun 2011. Melalui program ini, setiap kampong mendapat bantuan dana sebesar 1 milliar pertahun dimana 30% dipakai untuk gaji aparatur dan nonaparatur kampung sedangkan 70% untuk pembangunan. Selain itu setiap kampung juga mendapat seorang pendamping untuk mebantu membuat perencanaan dan pelaporan kegiatan.
Setelah satu tahun berjalan ternyata jumlah dana yang diterima tidak mencapai 1 milliar. Dana baru diterima selama dua tahap yang di dalamnya sudah memenuhi 30% gaji. “Satu milliar itu hanya nama saja, karena kami baru terima dua tahap saja tahun 2011” ungkap Jhonny May, kepala kampung Banda Distrik Waris (08/04/2012). “Kami sudah pertemuan dengan bupati. Menurut bupati yang dua tahap itu akan dimasukkan ke anggaran 2012” ungkapnya lagi.
Dia pun berharap agar Bupati memenuhi  janjinya untuk mencairkan dana tahap tiga dan empat yang tertunda di 2011, di tahun 2012, dalam arti kampung akan menerima lebih dari satu milliar di tahun 2012. Di kampung Banda, program BK3 tahun 2011 sudah digunakan untuk membangun 6 buah rumah. Proses pencairan dana BK3 menurut kepala kampung ini cukup rumit karena mengurusnya di BPMK, keuangan, dan Bank.  “kami yang jauh-jauh, ongkos untuk transportasi hancur-hancur” terangnya.
Program 1 milliar per kampung ini sebelumnya sudah menuai banyak kritik, mulai dari sumber dananya yang juga berasal dari dana Otsus sementara di Keerom 60% warganya adalah pendatang, jumlah dana yang sama antara kampung-kampung pedalaman dengan perkotaan yang sudah maju, hingga persoalan pendamping yang kebanyakan berada di kota Jayapura. Di Kampung Banda, pendampingnya bernama Hengky Rafase dan juga sangat jarang turun dan membantu masyarakat. Digaji Rp 3.150.000/triwulan.
Tahun 2012, dana BK3 yang 70% sama sekali belum cair sedangkan yang 30% untuk aparatur dan non apparatur sudah sehingga memasuki bulan april 2012 ini belum ada kegiatan pembangunan yang dilakukan dari dana BK3. BK3 sendiri memiliki tujuh program prioritas yaitu kesehatan, pendidikan, perumahan rakyat, air bersih/air minum, energy listrik, infrastruktur lingkungan, serta ekonomi produktif dan kreatif.(01/AlDP)